TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan seluruh armada Transjakarta beralih menggunakan bus listrik pada 2030.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi emisi karbon sekaligus memperbaiki kualitas udara di wilayah Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan, elektrifikasi Transjakarta dilakukan secara bertahap. Saat ini, sekitar 500 bus listrik telah dimiliki dan dioperasikan Transjakarta.
“Sekarang jumlah bus listrik Transjakarta masih sekitar 500 unit. Kami menargetkan pada 2030 jumlah armada mencapai 10 ribu unit dan seluruhnya sudah menggunakan kendaraan listrik,” ujar Budi dalam diskusi Breath Easy Jakarta di kawasan Car Free Day Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026.
Budi mengatakan, peralihan ke kendaraan listrik merupakan salah satu program yang didorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menekan emisi dari sektor transportasi.
Ia berharap berbagai kebijakan tersebut dapat memberikan dampak terhadap kualitas udara Jakarta.
“Kami berharap berbagai kebijakan yang sedang dijalankan, termasuk penggunaan kendaraan listrik, dapat secara bertahap membuat kualitas udara Jakarta semakin baik,” kata Budi.
Selain mengganti armada Transjakarta dengan bus listrik, Pemprov DKI juga berupaya meningkatkan penggunaan transportasi umum melalui pengembangan konektivitas antarmoda.
Budi menyampaikan, jaringan LRT Jakarta saat ini telah mencapai Manggarai. Pemerintah juga merencanakan pembangunan lanjutan dari Manggarai menuju Dukuh Atas pada 2027.
Sementara untuk MRT Jakarta, jalurnya ditargetkan mencapai kawasan Monas pada 2027 dan kemudian dilanjutkan hingga Jakarta Kota pada 2030.
“Pengembangan jaringan transportasi terus kami lakukan. LRT sudah sampai Manggarai dan selanjutnya akan diarahkan menuju Dukuh Atas. Untuk MRT, target berikutnya sampai Monas pada 2027 dan kemudian menuju Jakarta Kota pada 2030,” jelas Budi.
Konektivitas antarmoda juga akan diperluas melalui pengembangan jaringan LRT dari kawasan Velodrome menuju layanan kereta cepat Whoosh.
Selain itu, Pemprov DKI menyiapkan koneksi transportasi dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium atau JIS.
Budi menilai, semakin terintegrasinya jaringan transportasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berpindah dari satu moda ke moda lainnya.
“Kami juga mendorong agar LRT dari Velodrome bisa terhubung dengan Whoosh, sementara dari Kelapa Gading diarahkan menuju JIS. Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap masyarakat semakin banyak memilih transportasi umum,” ungkapnya.
Pengembangan transportasi massal dan penggunaan bus listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemprov DKI Jakarta dalam menekan emisi sektor transportasi dan mendukung peningkatan kualitas udara di Ibu Kota.










