TVRINews, Jakarta
Bank Jakarta berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun untuk mendukung pembangunan tujuh proyek infrastruktur prioritas di DKI Jakarta. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pembangunan sarana transportasi, hunian layak, hingga infrastruktur pengendalian banjir di Ibu Kota.
Dari total pembiayaan tersebut, Bank Jakarta menyediakan dana sebesar Rp1 triliun, sedangkan PT SMI memberikan dukungan sebesar Rp1,11 triliun. Penandatanganan perjanjian pembiayaan ini dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Balai Kota Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembiayaan sindikasi tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat pendanaan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Ia menegaskan Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, melainkan mengembangkan berbagai skema pembiayaan guna mempercepat realisasi proyek prioritas.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono dalam keterangannya yang diterima pada Sabtu 26 September 2026.
Pembiayaan sindikasi ini mencakup tujuh kegiatan infrastruktur, yakni pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, serta Rumah Susun Rorotan IX Tahap I. Selain itu, dana dialokasikan untuk pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.
Pembangunan sarana seperti waduk, polder, dan tanggul pesisir diarahkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan meningkatkan ketahanan Jakarta terhadap risiko bencana serta dampak perubahan iklim.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PT SMI merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan Jakarta menuju kota global.
“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.
Ia menambahkan, Bank Jakarta berkomitmen mendukung program pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat melalui solusi pembiayaan yang inovatif, hati-hati, dan berkelanjutan.
“Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menegaskan bahwa infrastruktur daerah memerlukan pendanaan yang inovatif dan kolaboratif. Sinergi dengan Bank Jakarta diharapkan menjadi model pembiayaan kreatif yang dapat diterapkan di daerah lain.
“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.
Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,19 triliun dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp13,67 triliun. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan untuk mendorong pembiayaan kreatif serta mempercepat pembangunan infrastruktur daerah secara inklusif.










