TVRINews, Jakarta
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar praktik clandestine lab atau laboratorium rumahan yang memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis di sebuah rumah kontrakan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial SW (27).
Di mana, penggerebekan ini dilakukan pada Kamis, 17 September 2026 sekitar pukul 23.30 WIB setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran dan produksi tembakau sintetis di lokasi tersebut. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan hingga petugas berhasil mengamankan pelaku.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono mengatakan dari hasil penggeledahan, polisi menyita tujuh plastik klip berisi tembakau sintetis dengan berat bruto 251,88 gram.
Selain itu, kata dia petugas menemukan berbagai peralatan yang diduga digunakan sebagai sarana produksi narkotika, mulai dari magnetic stirrer, gelas dan botol takar, corong, timbangan digital, mesin vakum, alat pres, hingga masker gas dan bahan baku tembakau campuran.
Ia juga mengatakan, pada pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi masyarakat yang mengarah pada keberadaan laboratorium rumahan narkotika.
“Kami berhasil mengamankan satu orang pelaku tindak pidana clandestine lab atau home industry narkotika jenis tembakau sintetis berinisial SW, usia 27 tahun, di wilayah Gambir, Jakarta Pusat,” ujar Ardyan.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, SW mengaku memasarkan hasil produksinya melalui media sosial. Pelaku juga mengakui telah menjalankan aktivitas tersebut selama kurang lebih satu tahun.
“Keterangan pelaku, yang bersangkutan telah melakukan praktik ini selama satu tahun terakhir dan sudah empat kali melakukan produksi,” jelasnya.
Saat ini, SW beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam produksi maupun distribusi tembakau sintetis tersebut.










