TVRINews, Jakarta
Polda Metro Jaya sampai saat ini, masih mengusut penyebab meninggalnya seorang pria berinisial S yang sempat mendapatkan penanganan di Klinik Mordent sebelum dirujuk ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Sejauh ini, penyelidik telah memeriksa lima orang saksi dan mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas CCTV (closed circuit television).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan menelusuri seluruh rangkaian kejadian, mulai dari keberadaan korban di klinik hingga proses pemindahan ke rumah sakit dan pemulangan jenazah ke daerah asalnya.
Lebih lanjut, ia membeberkan berdasarkan informasi yang dihimpun penyidik, S dibawa menggunakan ambulans dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring pada Kamis, 23 Juli 2026 sekitar pukul 09.10 WIB.
“Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian diberangkatkan menuju Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sekitar pukul 12.45 WIB untuk dimakamkan,” kata dia kutip Sabtu, 1 Agustus 2026.
Untuk mengungkap fakta-fakta dalam perkara tersebut, ia menuturkan jika tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent pada Senin, 27 Juli 2026.
“Dalam kegiatan itu, polisi menyita sejumlah barang yang akan dijadikan barang bukti serta mengamankan rekaman CCTV dari klinik. Rekaman kamera pengawas milik RS Muhammadiyah Taman Puring juga telah diminta guna melengkapi proses penyelidikan,” sebutnya
Hingga kini, lima orang telah dimintai keterangan, yakni AZ dan MOP yang merupakan pengemudi ambulans, MZ selaku pemilik perusahaan ambulans, MA yang diketahui sempat berkomunikasi dengan korban, serta AAS yang mengantar korban dari klinik ke rumah sakit.
“Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum S dibawa ke rumah sakit hingga proses pengantaran jenazah ke Banyumas,” ujar Budi.
Selain pemeriksaan saksi, penyelidik juga menjadwalkan klarifikasi terhadap dokter berinisial IK dan seorang pemilik perusahaan ambulans berinisial S. Polisi turut mengamankan sejumlah barang dari lokasi, di antaranya obat-obatan, dua botol natrium klorida, satu unit SSD, serta beberapa helai rambut yang akan diperiksa lebih lanjut.
Menurut Budi, penyelidikan masih terus berlangsung. Pemeriksaan terhadap saksi tambahan dan dokter akan dilanjutkan, bersamaan dengan analisis digital forensik terhadap rekaman CCTV serta menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik. Seluruh hasil tersebut akan menjadi dasar bagi penyidik untuk mengungkap secara utuh penyebab meninggalnya pria berinisial S.









