TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno berharap program Kampung Quran dapat diperluas ke berbagai wilayah di Ibu Kota setelah meresmikan Kampung Quran Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat, 31 Juli 2026. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi percontohan pembinaan keagamaan sekaligus penguatan karakter masyarakat di lingkungan permukiman.
Rano mengatakan, Kampung Quran yang diinisiasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Administrasi Jakarta Utara bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) IV Penjaringan, ulama, tokoh masyarakat, dan warga diharapkan memberi manfaat yang lebih luas.
"Kami ingin Kampung Quran ini menjadi pilot project sekaligus inspirasi bagi lahirnya Kampung Quran di berbagai wilayah lain di Jakarta, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujar Rano dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah mewujudkan Kampung Quran di Rusunawa Penjaringan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga ruang pembinaan karakter yang aman dan kondusif bagi masyarakat.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada UPRS IV Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, LPTQ Kota Jakarta Utara, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan Kampung Quran ini. Kehadirannya bukan sekadar tempat membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang aman dan kondusif untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Kemudian, Rano menilai pembinaan keagamaan di lingkungan hunian penting untuk membentuk karakter anak dan remaja. Melalui kegiatan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur'an, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, peduli terhadap sesama, serta bermanfaat bagi lingkungan.
Ia menambahkan, pengembangan Kampung Quran juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun kota global yang tetap memiliki fondasi sosial dan spiritual yang kuat. Karena itu, kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat perlu terus diperkuat untuk menumbuhkan sikap toleran serta nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan terus mendukung kolaborasi dengan LPTQ dan masyarakat dalam memperluas pembinaan keagamaan di lingkungan permukiman guna memperkuat syiar Islam, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di Jakarta.









