TVRINews, Jakarta
Kualitas udara di Ibu Kota Jakarta kembali memburuk dan masuk dalam kategori tidak sehat, berdasarkan data dari Indeks Kualitas Udara atau IQAir.
Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya polusi udara akibat padatnya kendaraan bermotor yang kembali memenuhi jalanan Jakarta usai libur panjang Lebaran.
Menurut pantauan IQAir hari ini, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Jakarta tercatat mencapai 58 mikrogram per meter kubik.
Angka ini jauh di atas ambang batas aman yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 15 mikrogram per meter kubik.
Dengan kondisi tersebut, Jakarta menempati peringkat ke-8 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada hari ini.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Kolom Letusan Capai 800 Meter
Polusi kendaraan menjadi penyumbang utama memburuknya kualitas udara di Jakarta. Kembalinya aktivitas masyarakat pasca libur Lebaran menyebabkan lonjakan volume kendaraan yang secara langsung meningkatkan kadar emisi dan partikel berbahaya di udara.
Pakar lingkungan dan kesehatan masyarakat mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Penggunaan masker saat berada di luar ruangan juga sangat dianjurkan guna mengurangi risiko paparan polutan berbahaya.










