TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak para siswa memahami bahwa kepemimpinan tidak memiliki satu pola yang sama. Menurut dia, setiap orang dapat mengembangkan gaya kepemimpinan sesuai karakter, kondisi organisasi, dan tanggung jawab yang diemban.
Hal tersebut dikatakannya saat menerima kunjungan peserta Kegiatan Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi Angkatan I Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dari tujuh SMA/SMK di Jakarta, yakni SMAN 1 Jakarta, SMAN 27 Jakarta, SMAN 10 Jakarta, SMKN 23 Jakarta, SMA Pelita 4 Jakarta, SMK Strada Jakarta, dan SMK YPK Kesatuan Jakarta.
“Kepemimpinan itu ada pada setiap level, pada setiap golongan, pada setiap kelompok. Dan seseorang untuk memimpin itu bisa berbeda-beda. Dari dua ketua OSIS ini saja saya yakin cara memimpinnya berbeda. Ada yang sangat disiplin, gaya kepemimpinannya terbuka, tetapi ada yang lebih terstruktur dan teknokratik. Ini pilihan dalam memimpin,” ujar Pramono, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Ia kemudian membagikan pengalaman kepemimpinannya sejak masa sekolah hingga perguruan tinggi untuk memotivasi para peserta agar berani memiliki cita-cita dan konsisten memperjuangkannya.
“Bapak Gubernur ini asli dari Kediri, Jawa Timur. SMP menjadi ketua OSIS, SMA menjadi ketua OSIS, ketika kuliah di ITB menjadi Ketua Dewan Mahasiswa. Dalam hidup itu harus ada sesuatu yang diinginkan, dimimpikan, diharapkan, diperjuangkan, dan harus bisa diraih. Yang paling penting adalah jangan pernah kehilangan konsentrasi untuk bisa meraih mimpi kamu. Mimpi itu harus ada dan ditempelkan di pikiran kita, dalam napas kita, dalam hidup kita,” katanya.
Menurut Pramono, kepemimpinan juga membutuhkan disiplin, konsistensi, serta kemampuan melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun sebelumnya.
“Saya tidak muluk-muluk, melakukan sesuatu yang harus bisa dijalankan, dan saya mengatakan bahwa saya akan melanjutkan hal-hal baik dari gubernur-gubernur sebelumnya. Dalam era kepemimpinan saya selama hampir dua tahun ini, indeks kota global Jakarta naik dari 74 ke 71. Berdasarkan survei Oxford University, dari seribu kota dunia, Jakarta berada di peringkat 140,” jelasnya.
Ia menambahkan, kultur kepemimpinan yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengedepankan pendekatan humanis, teknokratis, dan disiplin. Kepada para siswa, ia juga menyampaikan rencana program beasiswa pendidikan tinggi bagi anak-anak Jakarta.
“Dalam kepemimpinan yang saya lakukan, budayanya adalah kultur yang lebih humanis, teknokratis, dan disiplin. Tahun depan Jakarta akan punya LPDP sendiri yang dikelola oleh Jakarta. Anak-anak dari keluarga yang kurang mampu punya kesempatan untuk sekolah di luar negeri menggunakan LPDP Jakarta. Gunakan momentum ini sebaik-baiknya, wujudkan mimpi kalian, dan buat orang tua serta keluarga bangga,” tegas Pramono.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta Abdul Chalid menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang agar para siswa mengenal langsung proses penyelenggaraan pemerintahan serta praktik kepemimpinan kepala daerah.
“Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan Demokrasi merupakan program Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov DKI Jakarta yang berlandaskan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2010. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal langsung penyelenggaraan pemerintahan, praktik kepemimpinan kepala daerah, serta berinteraksi dengan Gubernur DKI Jakarta,” tutur Abdul.










