TVRINews, Jakarta
Perumda Air Minum PAM Jaya menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak gangguan sementara suplai air bersih yang akan terjadi di 45 kelurahan. Gangguan ini dipicu pemeliharaan gardu listrik milik PLN yang memasok energi ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan I pada 5–6 Juni 2026.
Selain mengoptimalkan jaringan distribusi, PAM Jaya juga menyiapkan layanan bantuan darurat berupa suplai air bersih bagi pelanggan terdampak selama proses pemeliharaan dan pemulihan berlangsung.
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengatakan perusahaan telah menyiapkan sekitar 70 unit mobil tangki yang akan disiagakan untuk melayani kebutuhan masyarakat secara gratis.
“Untuk kondisi darurat, kami menyiapkan kurang lebih 70 mobil tangki yang siap membantu pelanggan di seluruh wilayah terdampak tanpa dipungut biaya. Tidak ada satu rupiah pun biaya yang dibebankan,” ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan, setiap mobil tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat maupun fasilitas layanan publik.
“Setiap unit tangki berkapasitas kurang lebih empat meter kubik atau 4.000 liter, ini sangat membantu untuk kebutuhan darurat pelanggan,” jelasnya.
Syahrul menambahkan, informasi terkait rencana pemeliharaan disampaikan secara terbuka agar pelanggan dapat melakukan antisipasi sejak dini, termasuk menampung cadangan air untuk kebutuhan harian.
Menurutnya, sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media massa dan media sosial resmi perusahaan, agar informasi dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Selain itu, PAM Jaya juga memastikan layanan call center 1500 223 tetap beroperasi 24 jam untuk menerima laporan, keluhan, maupun permintaan bantuan mobil tangki dari pelanggan.
“Call center kami tetap aktif 24 jam untuk melayani pertanyaan maupun permintaan bantuan air bersih dari masyarakat,” tambahnya.
PAM Jaya berharap proses pemeliharaan gardu PLN dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pemulihan distribusi air bersih ke seluruh wilayah terdampak dapat segera kembali normal.
Ia menegaskan, seluruh langkah mitigasi yang disiapkan merupakan upaya untuk menjaga kualitas pelayanan publik selama gangguan berlangsung.










