TVRINews, Jakarta
Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi dampak aksi penyampaian aspirasi yang akan berlangsung di Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan dengan melihat perkembangan jumlah massa dan situasi di lapangan.
“Untuk rekayasa lalu lintas itu sifatnya situasional. Apabila nanti eskalasi jumlah massa yang datang kita lihat banyak, ini juga akhirnya ada rekayasa lalu lintas,”ujar Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Budi menegaskan, pengaturan lalu lintas akan tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Menurutnya, kepolisian harus memperhatikan dua kelompok masyarakat, yakni peserta aksi yang menyampaikan aspirasi dan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Yang penting kan kita masih menunggu ya, beberapa informasi masyarakat. Termasuk kita harus melihat juga masyarakat cair,”lanjutnya.
Ia mengatakan, pengamanan aksi juga mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada kelancaran akses jalan, termasuk pengemudi ojek online.
Budi berharap kegiatan penyampaian aspirasi tidak sampai menghambat aktivitas masyarakat, terutama para pengemudi ojek online yang harus berpindah lokasi untuk mengambil pesanan.
“Sehingga masyarakat lain secara lalu lintas, mata pencaharian, mereka yang hidup dari jalan seperti teman-teman kita, saudara-saudara kita ojek online berharap jangan sampai akhirnya memutar jauh,”tegasnya.
Menurutnya, apabila akses jalan terganggu, pengemudi ojek online dapat mengalami kesulitan mengambil pesanan. Kondisi tersebut juga berpotensi membuat masyarakat yang memesan barang atau makanan mengalami keterlambatan.
Karena itu, Polda Metro Jaya akan menyesuaikan rekayasa lalu lintas dengan situasi dan jumlah massa di lapangan agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung tertib, aman, dan damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.










