Penulis: Basri A
TVRINews, Lumajang
Banjir lahar dingin Gunung Semeru masih menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Lumajang. Akibatnya, Jembatan Limpas yang berada di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, tertutup batu vulkanik sisa Awan Panas Guguran pada erupsi Minggu (4/12) lalu.
Banjir lahar dingin Gunung Semeru memporakporandakan sejumlah daerah di Kabupaten Lumajang, Kepulan asap putih menyembur dari sisa material Awan Panas Guguran. Kepulan asap putih terjadi setelah banjir yang dingin bertemu dengan material vulkanik yang masih panas.
Parahnya lagi, banjir lahar dingin ini mengangkat semua batuan vulkanik hingga ke atas Jembatan Limpas. Salah satunya di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Bebatuan vulkanik yang berukuran besar menutup jembatan yang menghubung antara Dusun Sumber Langsep dengan Dusun Sumber Kajar.
Baca Juga: Pasca Erupsi Semeru, Puluhan Warga Pindah Ke Hunian Sementara
“Ini sebenarnya jembatan baru jadi pak, tapi mungkin karena banjirnya terlalu besar dan banyak batu batu besar, akhirnya seperti ini pak. Kami sempat tertahan untuk bisa menyeberangi pak,” kata Ruki, warga Dusun Sumber Kajar.
Banjir lahar dingin Gunung Semeru ini terjadi akibat kawasan puncak Gunung Semeru diguyur hujan lebat. Air hujan kemudian menerjang sisa Awan Panas Guguran yang menutupi seluruh daerah aliran sungai, mulai dari hulu hingga hilir.
Ahmad, warga Dusun Sumber Langsep sangat menyayangkan kejadian seperti ini karena jembatan yang baru dibangun oleh pemerintah, terkesan sia-sia karena diterjang banjir lahar dingin Gunung Semeru
“Ini mulai kemarin kan banjir, maka tersumbatlah itu jembatan dengan batu batuan. Lalu disingkirkan batu batu yang menyumbat ini. Eh terjadi hujan lagi, bahkan lebih besar, maka akhirnya terjadilah seperti ini. Batu batu besar menutup jembatan. Padahal ini jembatan baru jadi pak,” ucapnya.
Baca Juga: Erupsi Semeru, Puluhan Rumah Tertimbun Material Awan Panas
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru. Namun demikian, petugas menghimbau agar warga segera menjauh dari daerah aliran sungai yang dilewati banjir lahar dingin Gunung Semeru.
Editor: Redaktur TVRINews
