Penulis: Basri A
TVRINews, Lumajang
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Minggu lalu menyebabkan puluhan rumah, warga di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang tertimbun material awan panas.
Pantauan TVRINews.com di lokasi, jika dibandingkan erupsi tahun lalu, dampak erupsi Gunung Semeru kali ini terlihat lebih luas.
Kondisi Dusun Kajar Kuning, pasca terjadinya erupsi Gunung Semeru ini luluh lantak terkena Awan Panas Guguran. Hampir semua bagian rumah tertimbun material vulkanik Gunung Semeru.
Baca Juga: Pemerintah Kota Jambi Gelar Operasi Pasar Untuk Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Nataru
Diperkirakan, ada sekitar 40 rumah di dusun ini yang tertimbun material Awan Panas Guguran. Beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa, sebab seluruh warga langsung menyelamatkan diri saat erupsi terjadi. Namun mereka tidak bisa menyelamatkan harta benda, seperti sepeda motor yang sedang di parkir di dalam rumah.
“Perkiraan yang di curah kobokan yang tertimbun ini ada sekitar 40 hingga 50 rumah yang tertimbun termasuk sepeda motor. Untuk evakuasi ini kita tunggu dingin dulu pak karena abu yang ada disini masih panas. Kita gunakan alat seadanya saja pak,” kata Supriadi, salah seorang relawan.
Pada erupsi tahun 2021 silam, Dusun Kajar Kuning ini masih selamat dari erupsi Gunung Semeru. Namun pada erupsi tahun ini, Awan Panas Guguran menyebar lebih luas hingga dampaknya sampai di Dusun Kajar Kuning.
Baca Juga: Kejari Mukomuko Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Bantuan Pangan Non Tunai Senilai Rp 1 Miliar
“Sebelumnya desa kami tidak kena ketika erupsi tahun lalu, kini, kok bisa sampai sini. Itu berarti, erupsinya lebih luas. Akibatnya, ya gini ini pak,” ujar salah seorang warga kajar kuning, Sugito.
Saat ini, warga berusaha menyelamatkan harta benda yang masih tersisa, mereka selanjutnya pindah ke relokasi hunian sementara dan hunian tetap di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro.
Editor: Redaktur TVRINews
