TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa rapper Ye atau Kanye West mengapresiasi penyelenggaraan konsernya di Jakarta. Hal ini dinilai menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan musisi internasional terhadap kemampuan Jakarta dalam menyelenggarakan acara berskala besar.
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menjadikan ibu kota sebagai epicentrum of event atau pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan, mulai dari konser musik hingga kompetisi olahraga internasional.
"Ketika Ye main di sini, sebenarnya kita juga deg-degan, bisa enggak kita memberikan dukungan terbaik karena ada Jakarta Running Festival. Ternyata semuanya berjalan dengan baik, dan saya mendapatkan informasi bahwa Ye juga mengapresiasi penyelenggaraan yang kita lakukan,"ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 29 Oktober 2026.
Selain konser Ye, Pramono menyoroti keberhasilan penyelenggaraan konser The Weeknd selama dua hari yang dihadiri puluhan ribu penonton setiap harinya. Kelancaran acara tersebut turut didukung peningkatan akses transportasi menuju Jakarta International Stadium (JIS), termasuk layanan KRL hingga pukul 01.00 WIB untuk mengakomodasi penonton yang pulang setelah konser.
Pemprov DKI Jakarta juga mempersiapkan dukungan bagi sejumlah konser internasional mendatang, di antaranya Guns N’ Roses pada November, BTS pada 26, 27, dan 29 Desember, serta Westlife pada Januari.
Dalam menyambut peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, Pramono berharap para promotor dapat menghadirkan musisi dunia yang belum pernah tampil di ibu kota. Pemprov DKI, menurutnya, siap memberikan kemudahan sesuai ketentuan untuk mendukung penyelenggaraan acara internasional.
"Kita sudah tidak kalah sekarang menyelenggarakan event-event seperti itu dengan Singapura, kita sudah enggak kalah,"tambahnya.
Dari sisi ekonomi, Pramono memperkirakan konser The Weeknd yang berlangsung bersamaan dengan Pestapora menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp250 miliar. Sementara itu, konser Ye yang digelar bertepatan dengan Jakarta Running Festival diproyeksikan memberikan dampak ekonomi gabungan sebesar Rp625 miliar.
Dari jumlah tersebut, konser Ye diperkirakan menyumbang Rp450 miliar, sedangkan Jakarta Running Festival memberikan kontribusi sekitar Rp175 miliar.
Pramono menilai peningkatan kualitas transportasi publik dan fasilitas pendukung menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai destinasi acara internasional. Konektivitas dengan wilayah penyangga juga terus dikembangkan, salah satunya melalui layanan Transjabodetabek.
Pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Hampir 15 persen orang yang dulunya naik transportasi pribadi shifting menjadi menggunakan transportasi publik atau umum,"tuturnya.










