TVRINews, Jakarta
Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi potensi gangguan cuaca ekstrem serta menjamin keselamatan perjalanan Commuter Line.
Memasuki musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta meningkatkan langkah-langkah pengamanan dan mitigasi risiko pada jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) Commuter Line.
Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi potensi gangguan cuaca ekstrem, seperti sambaran petir serta pohon tumbang demi menjamin keandalan pasokan listrik serta keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

(Foto: TVRINews/HO-KAI)
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa infrastruktur LAA dan gardu traksi telah dilengkapi dengan sistem proteksi berlapis untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat lonjakan tegangan atau sambaran petir.
“Memasuki musim penghujan, kami meningkatkan pemeriksaan dan perawatan sistem proteksi petir pada jaringan LAA. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk menjaga keandalan prasarana dan mendukung perjalanan Commuter Line yang aman dan lancar,” ujar Franoto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.
Sistem Proteksi Berlapis Hadapi Risiko Petir
Beberapa perangkat teknologi proteksi yang diandalkan KAI Daop 1 Jakarta meliputi:
1. Overhead Ground Wire (OHGW): Saluran pelindung yang dipasang membentang di sepanjang jaringan LAA dan terhubung langsung ke tanah melalui sistem pentanahan di setiap tiang.
2. Arrester pada Tiang LAA: Perangkat pelindung dari lonjakan tegangan yang dipasang secara berkala setiap jarak 500 meter pada tiang jaringan.
3. Penangkal Petir dan Arrester Gardu Traksi: Terpasang di setiap gardu traksi untuk melindungi komponen vital jaringan seperti kabel feeder, messenger, kawat trolley, serta perangkat kelistrikan internal.
Sebagai bentuk pemeliharaan preventif, KAI rutin melaksanakan perawatan bulanan, penguatan sistem pentanahan, peningkatan intensitas pemeriksaan di kawasan rawan petir, serta penggantian perangkat proteksi yang mengalami penurunan kinerja.
Mitigasi Ancaman Pohon Tumbang dan Imbauan bagi Masyarakat
Selain keandalan kelistrikan, KAI Daop 1 Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan eksternal di sepanjang jalur rel akibat cuaca ekstrem, khususnya pohon tumbang atau dahan patah yang berisiko merusak jaringan LAA maupun menghambat perjalanan kereta.

(Foto: TVRINews/HO-KAI)
KAI mengimbau masyarakat dan instansi pemilik atau pengelola pohon di sekitar jalur kereta api untuk secara aktif memangkas atau menebang pohon yang berpotensi membahayakan. Proses pengerjaan di dekat jalur rel diimbau agar dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak KAI demi keselamatan bersama.
“Pada musim hujan, pohon yang rapuh atau dahannya terlalu dekat dengan jaringan LAA berisiko tumbang akibat hujan dan angin kencang. Kami mengajak masyarakat dan instansi terkait untuk bersama-sama mengantisipasi risiko tersebut dengan berkoordinasi bersama KAI sebelum melakukan penanganan,” tegas Franoto.
Tips dan Imbauan bagi Pelanggan di Musim Hujan
Bagi para pengguna jasa Commuter Line, KAI juga membagikan sejumlah tips perjalanan selama musim hujan:
* Memantau informasi cuaca terkini dan jadwal perjalanan melalui kanal resmi KAI/KCI.
* Mengalokasikan waktu perjalanan lebih awal menuju stasiun.
* Membawa payung atau jas hujan mandiri.
* Melindungi barang berharga dari paparan air hujan.
* Mengenakan alas kaki yang tidak licin serta meningkatkan kehati-hatian saat melintasi area stasiun yang basah.
Melalui rangkaian pengamanan prasarana dan kesiapsiagaan operasional ini, KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.










