TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan revitalisasi TK Negeri 01 Tambora, Jakarta Barat, dapat mulai dikerjakan pada 2027. Rencana perbaikan sekolah yang bangunannya ambruk sejak lima tahun lalu tersebut kini telah masuk agenda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) atau perencanaan teknis yang telah disiapkan.
Pramono mengatakan, untuk sementara kegiatan belajar mengajar di TK Negeri 01 Tambora dipindahkan ke area SMP Negeri 32 Jakarta. Pemindahan dilakukan karena kondisi bangunan sekolah sebelumnya sudah tidak layak digunakan.
“Perencanaan revitalisasi TK Negeri 01 Tambora sudah masuk dalam agenda pemerintah daerah. Kami ingin prosesnya segera ditindaklanjuti agar perbaikan gedung bisa dimulai tahun depan,” ujar Pramono dalam keterangan yang dikutip, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia meminta dinas terkait memprioritaskan penyelesaian tahapan perencanaan agar pembangunan dapat berjalan sesuai target. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap fasilitas pendidikan tersebut dapat kembali digunakan dengan kondisi yang aman dan layak.
Pramono menilai pemindahan sementara ke SMP Negeri 32 telah memungkinkan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Meski demikian, pembangunan kembali gedung TK Negeri 01 Tambora tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kondisi bangunan lama memang sudah tidak memungkinkan untuk digunakan. Karena itu, saya meminta jajaran terkait mempercepat persiapan teknis supaya pelaksanaan revitalisasi dapat direalisasikan pada 2027,” katanya.
Pemprov DKI Revitalisasi 19 Sekolah
Selain TK Negeri 01 Tambora, Pemprov DKI Jakarta juga melaksanakan program revitalisasi terhadap 19 gedung sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 sekolah dilaporkan telah selesai diperbaiki, sedangkan tiga lainnya masih dalam tahap penyelesaian berdasarkan keterangan Pramono pada 12 Oktober 2026.
Ketiga sekolah tersebut yakni SD Negeri 1 Cipete Utara, SD Negeri Setiabudi 01, dan SMK Negeri 37. Pramono menyebut sebagian pekerjaan pada sekolah-sekolah tersebut telah mendekati tahap akhir dan meminta dinas terkait mempercepat penyelesaiannya agar fasilitas dapat segera digunakan.
“Penyelesaian pekerjaan yang tersisa perlu segera dituntaskan agar sekolah yang sudah siap bisa kembali dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar,” tutur Pramono.
Pramono juga menyampaikan bahwa program revitalisasi 19 gedung sekolah tersebut mendapat dukungan DPRD DKI Jakarta, dengan total anggaran mencapai Rp876,79 miliar.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen melanjutkan perbaikan sarana pendidikan guna memastikan siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman dan memadai. Percepatan perencanaan dan penyelesaian pembangunan diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di seluruh wilayah Jakarta.










