
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso
Penulis: Octavian Dwi
TVRINews, Jakarta
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau akrab disapa Bang Yos mengaku lega atas keputusan pembongkaran tiang monorel yang telah lama mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Bang Yos menyampaikan perasaannya tersebut usai mendengar kepastian pembongkaran yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Rabu (14/1/2026).
“Jujur saja, hari ini hati saya sangat lega dengan adanya kepastian yang disampaikan Pak Gubernur Pramono pagi tadi,” ujar Bang Yos kepada awak media di Jakarta Selatan.
Ia menjelaskan, gagasan pembangunan monorel berawal pada 2003, saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Pemprov DKI bersama para pakar transportasi menyusun konsep jaringan transportasi makro untuk mengurai kemacetan ibu kota.
Konsep tersebut menempatkan setiap moda transportasi memiliki jalur tersendiri, namun tetap saling terintegrasi satu sama lain. Namun kondisi perekonomian pasca peristiwa Mei 1998 membuat tingkat kepercayaan investor terhadap Jakarta belum pulih sepenuhnya.
Situasi itu mendorong pemerintahannya mencari moda transportasi yang tidak membutuhkan investasi besar dari pihak swasta.
“Saya bertanya ke tim, moda apa yang tidak membutuhkan investor besar. Jawabannya busway. Karena itu saya mulai dengan busway. Untuk mengejar kecepatan mengatasi kemacetan, secara paralel kami juga membangun monorel,” jelasnya.
Proyek monorel sempat berjalan dan bahkan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2004 pernah direncanakan kerja sama investasi dengan China. Namun hingga akhir masa jabatan Bang Yos pada 2007, proyek tersebut tidak berlanjut.
Menurut Bang Yos, keputusan Gubernur Pramono Anung untuk membongkar tiang monorel merupakan langkah paling realistis di tengah kondisi yang ada.
“Itu mungkin pilihan yang paling buruk, tetapi harus dilakukan. Dan secara pribadi saya mengucapkan terima kasih,” ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews
