
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Ratusan anak muda Jakarta berkumpul untuk berdialog langsung dengan anggota DPRD DKI Jakarta dalam acara bertajuk Touchbase amé DPRD: Rempug Longok Dapur Kebijakan Kité pada Sabtu 28 Februari 2026. Forum diskusi yang diinisiasi oleh Bijak Memantau ini menjadi ruang bagi warga kelas menengah urban untuk menyampaikan aspirasi terkait layanan dasar mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga transportasi publik.
Acara ini menghadirkan empat anggota legislatif dari Komisi E sebagai teman diskusi guna merespons berbagai keresahan warga. Kehadiran para wakil rakyat ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan partisipasi publik, mengingat besarnya populasi orang muda di Jakarta yang peduli pada isu politik namun masih merasa jauh dari proses penyusunan kebijakan.
Empat anggota DPRD Jakarta dari Komisi E turut hadir sebagai narasumber, yakni H. Ghozi Zulazmi (Fraksi PKS), Elva Farhi Qolbina (Fraksi PSI), Farah Savira (Fraksi Golkar), dan Uwais El Qoroni (Fraksi PKB).
Dalam sesi unik Red Flag/Green Flag: Rate and Review Hidup di Jakarta, para anggota DPRD diminta menunjukkan sikap setuju atau tidak setuju terhadap berbagai isu kelayakan hidup. Melalui metode ini, masyarakat dapat melihat secara transparan argumen dan komitmen para wakilnya dalam mengawal kebijakan daerah.
Efraim Leonard selaku perwakilan Sekretariat Bijak menekankan pentingnya warga mengenal peran legislatif di tingkat daerah.

“Banyak orang muda urban Jakarta belum sepenuhnya mengenal peran DPRD, padahal keputusan dan pengawasan di level ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kualitas jalan, transportasi publik, sampai pelayanan dasar lainnya. Touchbase kami desain di tingkat DPRD karena di sinilah aspirasi warga sebenarnya bisa langsung diterjemahkan menjadi pengawasan kebijakan dan anggaran," ucap Efraim.
"Kami ingin mengingatkan bahwa warga punya perwakilan di daerah pemilihannya yang memang bertugas memastikan kebijakan berjalan dengan baik dan membuka ruang dialog dengan masyarakat,” sambungnya.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen para anggota dewan untuk membawa poin-poin diskusi tersebut ke meja pembahasan komisi. Hal ini bertujuan agar pengawasan alokasi APBD ke depan bisa lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan riil warga Jakarta.
Editor: Redaksi TVRINews
