TVRINews, Payakumbuh
Banjir yang melanda tiga Nagari yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada Minggu lalu mengakibatkan petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Intensitas hujan yang turun cukup tinggi mengakibatkan batang sungai meluap, kondisi tersebut telah terjadi berulang kali sehingga membuat petani khawatir, akibat hal itu puluhan hektare lahan pertanian petani gagal tanam dan gagal panen.
Baca Juga: Kejati DKI Jakarta Sebut Berkas Perkara Penganiayaan Mario Cs Sudah SPDP
Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Witra mengatakan banjir yang terjadi karena meluapnya air sungai di tiga Kecamatan, Lima Puluh Kota.
“Lahan pertanian yang ditanami padi terendam banjir sehingga menyebabkan petani gagal panen dan ada juga lahan pertanian yang gagal tanam,” kata Kadis Witra, Jumat, 17 Maret 2023.
Kadis Witra menjelaskan Nagari Sungai Antuan di Kecamatan Mungka merupakan daerah terparah dengan kerugian mencapai Rp410 juta dan lahan yang gagal panen mencapai 18 hektare.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap 5 Teroris di Sulawesi Tengah
Selanjutnya Nagari Talang Maua dengan kerugian Rp20 juta dengan lahan 11,5 hektare, serta di Nagari Tarantang nilai kerugian mencapai Rp159 juta dengan luas lahan yang rusak sekitar 7 hektare.
“Lahan pertanian yang terendam banjir umumnya lahan pertanian yang berdekatan dengan aliran sungai, sehingga saat air meluap lahan tersebut dengan cepat tergenang air,” ujar Witra.
Selain lahan tanaman padi lahan pertanian seperti tanaman cabe dan bawang juga sempat terendam namun tidak berdampak banyak. Batang sungai yang meluap tersebut yakni batang Harau dan Batang Silaok. Banjir yang terjadi juga merendam puluhan rumah dan mengganggu akses lalu lintas.
Editor: Redaktur TVRINews
