TVRINews, Jakarta
Delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau fasilitas pengolahan sampah modern CopenHill pada Minggu 17 Mei 2026 waktu setempat.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang dinilai berhasil diterapkan di Kota Kopenhagen, Denmark.
Menurut Rano, pengalaman Kopenhagen menjadi inspirasi penting bagi Jakarta yang saat ini terus berupaya mempercepat pengurangan dan pengolahan sampah perkotaan secara berkelanjutan.
"Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal. Yang menarik, kawasan ini dirancang ramah bagi masyarakat, ada area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput. Jadi fasilitas lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang tertutup dan kumuh," ujar Rano dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman Pemprov DKI Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Meski demikian, Rano menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tetap harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.
"Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga. Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta memiliki peluang besar untuk mengurangi persoalan sampah kota," ucapnya.
Sementara itu, Manajemen Copen Hill menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
"Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori. Sampah makanan diproses di fasilitas berbeda, sedangkan sampah rumah tangga dipisahkan antara kaca, plastik, serta logam sebelum diolah menjadi energi," kata Flemming G. Nielsen dari Amager Resource Center, pengelola Copen Hill.
Sebagai informasi, fasilitas yang mulai beroperasi sejak 2017 itu mampu mengolah sekitar 440.000 hingga 610.000 ton sampah setiap tahun.
Dari proses tersebut, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas. Sementara limbah makanan yang diolah di fasilitas terpisah dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas bagi kebutuhan masyarakat.
Di fasilitas tersebut, sampah yang telah dipilah diolah melalui teknologi waste-to-energy. Sampah dibakar pada suhu tinggi hingga 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang kemudian digunakan menggerakkan turbin pembangkit listrik.
Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pemanas bagi sekitar 100.000 hingga 150.000 rumah tangga di Kopenhagen.










