TVRINews, Jakarta
Kekhawatiran terhadap risiko kebakaran di lingkungan sekolah mendorong alumni SMAN 112 Jakarta sekaligus pengusaha alat pemadam api, Agung Budhy Hambaka, menyalurkan bantuan untuk almamaternya. Bantuan tersebut berupa 30 unit alat pemadam api ringan (APAR) Grande, renovasi fasilitas ibadah, santunan siswa, hingga pembaruan sejumlah sarana sekolah.
Program itu diprakarsai Agung Budhy Hambaka selaku pemilik dan produsen alat pemadam api merek Grande. Peresmian informal berlangsung di SMAN 112 Jakarta, Jalan Pesanggrahan No. 2, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Senin, 18 Mei 2026.
Bantuan diberikan setelah kawasan di sekitar SMAN 112 Jakarta sempat dilanda kebakaran pada 7 Maret 2023. Sejumlah bangunan di sekitar sekolah dilaporkan hangus terbakar dan api sempat mengenai area tembok sekolah.
Kepala SMAN 112 Jakarta, Sukarman, mengatakan bantuan dari alumni telah berlangsung selama kurang lebih lima bulan terakhir.
“Kami mendapat bantuan dari alumni tahun 2004, yaitu Pak Agung Budhy Hambaka. Beliau telah membantu kami selama kurang lebih lima bulan terakhir. Bantuan yang diberikan antara lain pengecatan lapangan, pemberian APAR Grande, dan yang terakhir baru selesai adalah renovasi kanopi masjid dengan luas sekitar 210 meter persegi,” jelas Sukarman, Senin, 18 Mei 2026.
Ia mengapresiasi kepedulian alumni terhadap sekolah tempat Agung pernah menempuh pendidikan.
“Semua pengerjaan tersebut sepenuhnya dibantu oleh beliau. Kami tentu sangat berterima kasih atas kepeduliannya kepada sekolah,” ujarnya.
Menurut Sukarman, keberadaan APAR Grande sangat penting mengingat Jakarta termasuk wilayah rawan kebakaran.
“APAR Grande sangat kami perlukan. Jakarta termasuk wilayah yang rawan kebakaran. Bahkan pada tahun 2023, di samping SMA 112 juga pernah terjadi kebakaran dan sempat mengenai area tembok sekolah kami,” kenang Sukarman.
Ia menilai bantuan alat pemadam api tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah.
“Oleh karena itu, bantuan APAR Grande ini sangat tepat dan bermanfaat,” pungkasnya.
Sementara itu, Agung Budhy Hambaka menyampaikan pemasangan APAR dilakukan di berbagai titik sekolah untuk meningkatkan keamanan lingkungan belajar.

(Foto: Alumni SMAN 112 Jakarta, Agung Budhy Hambaka)
“Kebetulan saya adalah produsen APAR Grande melalui perusahaan CV Agung Jaya Sejahtera dan PT Grande Sejahtera Indonesia. Jadi saya merasa bantuan APAR Grande sangat cocok untuk diberikan ke sekolah ini,” sebut Agung Budhy Hambaka.
“Kami kemudian memasang APAR Grande di berbagai titik sekolah,” lanjutnya.
Selain memasang APAR Grande, Agung juga melakukan pengecatan lapangan sekolah. Ia sempat berencana membangun lapangan padel, namun urung dilakukan karena membutuhkan konstruksi khusus.
“Setelah itu saya melihat kondisi lapangan sekolah. Kebetulan saya sedang hobi padel, sehingga sempat terpikir membuat lapangan padel. Namun karena membutuhkan konstruksi khusus, akhirnya diputuskan untuk melakukan pengecatan lapangan saja,” katanya.
Agung kemudian berdiskusi dengan Kepala Sekolah terkait renovasi kanopi Masjid AT-TADZKIR sebagai amal jariyah. Renovasi dilakukan agar area masjid mampu menampung lebih banyak jamaah saat salat Jumat sekaligus tahan terhadap cuaca.
“Kanopi tersebut sekarang tidak hanya menambah kapasitas jamaah masjid, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai area kegiatan sekolah,” terang Agung Hambaka.
Di sisi lain, pembangunan kanopi Masjid AT-TADZKIR dinilai menjawab kebutuhan ruang ibadah yang selama ini digunakan siswa dan warga sekolah dalam kegiatan keagamaan, termasuk salat Jumat.
Selain bantuan fasilitas sekolah, Agung juga memberikan santunan kepada siswa yatim piatu dan siswa berprestasi di lingkungan sekolah.
Ia juga berencana membantu fasilitas drone untuk siswa setelah melihat adanya sekolah fotografi di SMAN 112 Jakarta.
“Selain itu, saya juga melihat adanya sekolah fotografi di sini. Karena saya juga hobi drone, akhirnya saya memberikan bantuan drone untuk siswa. Harapannya fasilitas itu bisa dimanfaatkan dengan baik dan menjadi bekal keterampilan (softskill siswa),” ujarnya.
Menurut Agung, kemampuan mengoperasikan drone memiliki peluang besar di dunia kerja.
“Saat ini profesi pilot drone sangat dibutuhkan, baik di sektor swasta maupun pemerintahan. Jadi saya berharap siswa memiliki kemampuan tambahan yang berguna untuk masa depan mereka,” katanya.
Agung menegaskan seluruh bantuan tersebut merupakan bantuan pribadi sebagai bentuk balas budi kepada sekolah almamaternya, khususnya mantan Kepala Sekolah sebelumnya ibu Mutia, dan Kepala Sekolah SMAN 112 Jakarta Sukarman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Sekolah SMAN 112 Jakarta Sukarman, dan perwakilan mantan Kepala Sekolah sebelumnya Mutia, Wakil Kesiswaan Joni Triyanto, Wakil Bidang Akademik Enik Ekawati, Wakil Bidang Sarana dan Prasarana Dwi Novianti, serta jajaran guru, pengurus DKM, dan staf sekolah lainnya.
Sebagai informasi, APAR Grande merupakan salah satu produk proteksi kebakaran di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis alat pemadam api ringan dan sistem pemadam otomatis. Produk tersebut disebut telah mengantongi sertifikasi SNI dan ISO 9001:2015.
Keterlibatan alumni melalui program sosial kini menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara lulusan dan sekolah, sekaligus memperkuat fasilitas pendidikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara langsung. Press rilis ini diproduksi komunitas media GalaPos ID.










