
dok. Pemprov DKI
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan laju inflasi Jakarta pada 2026 berada di bawah sasaran nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan optimisme target tersebut dapat tercapai melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Hal itu disampaikannya dalam High Level Meeting (HLM) Bulan Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah TPID Provinsi DKI Jakarta di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
“Target inflasi Jakarta pada 2026 kami upayakan lebih rendah dari patokan pemerintah pusat. Kami yakin bisa mencapainya dengan kerja sama yang solid di TPID,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, kinerja ekonomi Jakarta menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025 mencapai 5,21 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Bahkan, pada kuartal IV 2025, ekonomi Jakarta tumbuh signifikan hingga 5,71 persen.
Pramono menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang kebijakan Pemprov DKI dalam menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya pada periode Natal dan Tahun Baru. Kebijakan tersebut mendorong transaksi ekonomi hingga Rp15,25 triliun dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Pertumbuhan ekonomi juga tercatat pada sektor akomodasi serta makanan dan minuman yang terdorong insentif pajak daerah, serta sektor transportasi dan pergudangan. Sepanjang 2025, Jakarta tercatat menyumbang 16,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengapresiasi kepemimpinan Pemprov DKI yang dinilai berhasil membawa perekonomian Jakarta keluar dari tekanan pada kuartal III 2025. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal IV 2025 yang mencapai 5,71 persen menjadi momentum positif menuju pemulihan yang berkelanjutan.
“Ini momentum yang sangat baik. Setelah sempat tumbuh di bawah lima persen pada kuartal III, ekonomi Jakarta kembali melesat pada kuartal IV,”ungkap Iwan.
Ia menegaskan, sinergi TPID akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan mengawal pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2026 agar inflasi tetap terkendali dalam kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Editor: Redaksi TVRINews
