
dok. Tangkapan Layar Story Akun Instagram @bpbddkijakarta
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sejumlah pintu air di wilayah Jakarta mengalami kenaikan tinggi muka air (TMA) pada Minggu, 8 Maret 2026 pagi. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi BPBD DKI Jakarta berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan pemantauan pada pukul 09.00 WIB, beberapa titik terpantau berada pada status kewaspadaan. Pintu Air Karet dan Angke Hulu tercatat berada pada status Bahaya atau Siaga 1, sementara Sunter Hulu berstatus Siaga 2. Adapun Manggarai dan Pasar Ikan berada pada status Waspada atau Siaga 3.
Sementara itu, sejumlah titik lainnya seperti Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulo Gadung masih berada pada status Normal atau Siaga 4.
BPBD mencatat ketinggian muka air di beberapa lokasi cukup bervariasi. Di Pos Pantau Manggarai, ketinggian air tercatat mencapai sekitar 805 sentimeter dengan kondisi cuaca gerimis. Sementara di Pos Pantau Karet, tinggi muka air mencapai sekitar 610 sentimeter dan berstatus Siaga 1.
Di Pos Pantau Pasar Ikan, tinggi muka air tercatat sekitar 175 sentimeter dengan status Siaga 3. Adapun di Pos Pantau Sunter Hulu, ketinggian air mencapai sekitar 210 sentimeter dan berstatus Siaga 2.
Sebelumnya, kenaikan tinggi muka air di Pintu Air Manggarai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Pada pukul 01.00 WIB ketinggian air tercatat 700 sentimeter dengan status normal, kemudian meningkat menjadi 780 sentimeter pada pukul 02.00 WIB sehingga status naik menjadi Waspada atau Siaga 3.
Sejumlah wilayah di Jakarta diperkirakan berpotensi terdampak kondisi tersebut, di antaranya Gondangdia, Kota Bambu Selatan, Grogol, Kota Bambu Utara, Jati Pulo, Menteng, Kalianyar, Petamburan, Karet Tengsin, dan Tomang.
Sementara itu, kenaikan juga terjadi di Pintu Air Karet pada dini hari. Tinggi muka air yang sebelumnya tercatat 420 sentimeter pada pukul 00.00 WIB meningkat menjadi 540 sentimeter pada pukul 01.00 WIB dan kembali naik menjadi 560 sentimeter pada pukul 02.00 WIB, sehingga statusnya meningkat menjadi Siaga 2.
BPBD DKI Jakarta menyatakan telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, antara lain menyebarkan informasi melalui media sosial dan sistem peringatan dini banjir, serta memberikan pemberitahuan kepada para camat dan lurah di wilayah yang berpotensi terdampak.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek. Hingga pukul 06.00 WIB, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di perairan Teluk Jakarta dengan kecepatan angin sekitar 9 hingga 20 knot dari arah utara. Tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air serta kemungkinan genangan di sejumlah wilayah Jakarta.
Editor: Redaksi TVRINews
