
dok. Pemprov DKI
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino seiring memasuki musim kemarau.
Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi kering yang berpotensi berdampak luas di ibu kota.
“Dampak yang perlu diwaspadai meliputi kekeringan, potensi kebakaran termasuk di wilayah perkotaan, serta peningkatan polusi udara,”ujar Marulitua dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.
El Nino Diprediksi Lebih Panjang
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta rapat lintas sektor bersama pemerintah pusat dan aparat terkait, fenomena El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperparah dampak kekeringan dan kualitas udara di Jakarta.
Siapkan Teknologi dan Peralatan
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD DKI menyiapkan sejumlah langkah teknis. Salah satunya adalah mengaktifkan alat water mist milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta perangkat serupa yang tersedia di berbagai gedung.
Peralatan ini diharapkan dapat membantu menekan tingkat polusi udara selama musim kemarau.
Selain itu, BPBD juga tengah menyusun rencana modifikasi cuaca bersama BMKG yang akan difokuskan pada periode puncak El Nino.
Modifikasi Cuaca Fokus Kurangi Kekeringan
Berbeda dengan intervensi saat musim hujan, modifikasi cuaca pada musim kemarau akan diarahkan untuk mengurangi dampak kekeringan.
“Rencana ini sedang kami kaji bersama BMKG untuk menentukan kebutuhan implementasi yang tepat,”jelasnya.
Instruksi Gubernur Segera Disiapkan
Seluruh langkah mitigasi tersebut nantinya akan dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering.
Rencana tersebut juga mencakup pengaktifan Satuan Tugas Air Bersih serta koordinasi dengan PAM Jaya untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap terjaga.
BPBD DKI juga menyiapkan mobil tangki air yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan air di lapangan.
DPRD Minta Koordinasi Terpadu
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani, menekankan pentingnya koordinasi lintas dinas dalam menghadapi potensi El Nino.
Ia mengingatkan agar setiap perangkat daerah tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan menyusun langkah antisipasi secara terintegrasi.
“Semua dinas harus memiliki rencana yang jelas dan saling terkoordinasi agar dampak terhadap masyarakat bisa diminimalisir,”tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews
