
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan arah baru pembangunan industri Jakarta yang tidak lagi bertumpu pada manufaktur konvensional, melainkan bertransformasi menjadi pusat jasa industri modern, inovasi, dan hub rantai pasok global.
Hal itu disampaikan Pramono saat menyampaikan pendapat akhir terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) DKI Jakarta 2026–2046 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2026.
Menurut Pramono, penyusunan RPIP menjadi langkah krusial dalam memastikan pembangunan industri Jakarta berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan. Ia menekankan, dokumen tersebut akan menjadi landasan hukum sekaligus pedoman strategis bagi pengembangan sektor industri ke depan.
"Penyusunan RPIP yang matang dan komprehensif menjadi krusial sebagai landasan hukum dan pedoman untuk mewujudkan pembangunan industri Jakarta yang berdaya saing dan berkelanjutan," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, pada Kamis, 30 April 2026.
Kemudian Pramono menjelaskan, sebagai kota dengan peran strategis dalam perekonomian nasional dan global, Jakarta perlu memperkuat sektor industri yang memiliki nilai tambah tinggi. Fokus tersebut mencakup pengembangan industri pengolahan yang terintegrasi dengan jasa industri, penguasaan teknologi dan inovasi, serta peningkatan daya saing ekspor.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menargetkan pengurangan ketergantungan terhadap impor serta peningkatan penyerapan tenaga kerja unggul. Penguatan ekosistem industri halal turut menjadi bagian dari strategi untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing industri lokal.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menegaskan bahwa Ranperda RPIP telah melalui proses penyempurnaan dengan mengakomodasi berbagai masukan dari DPRD dan pemangku kepentingan. Penyempurnaan tersebut mencakup penataan industri, penyusunan peta jalan pembangunan, hingga mekanisme evaluasi berkala setiap lima tahun.
Dengan disetujuinya Ranperda tersebut, Pramono optimistis arah pembangunan industri Jakarta akan semakin jelas dan adaptif terhadap tantangan global.
Ia pun mengapresiasi pimpinan dan seluruh anggota DPRD DKI Jakarta atas sinergi yang terjalin selama proses pembahasan hingga persetujuan Ranperda tersebut.
"Mewakili seluruh jajaran eksekutif, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan serta segenap anggota dewan yang telah memberikan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah ini," ucapnya.
Editor: Redaksi TVRINews
