
Foto: Ilustrasi kota Jakarta (Pixabay)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan kerja sama dengan TNI dan Polri untuk memastikan situasi keamanan selama malam takbiran berlangsung aman dan kondusif di Ibu Kota. Hal tersebut, diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Di mana, hal ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi perayaan Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan takbiran dan mobilitas warga.
“Pengamanannya tentunya kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan juga dengan TNI untuk mengamankan Jakarta,” kata Pramono Anung pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika kondisi keamanan Jakarta selama malam takbiran hingga perayaan Idul Fitri akan tetap terjaga. Mengingat, pengamanan pada momen tersebut sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap tahun.
Ia juga menerangkan, jika pengalaman dari pelaksanaan pengamanan di tahun-tahun sebelumnya dinilai membuat pemerintah daerah bersama aparat keamanan memiliki pola kerja yang matang dalam mengantisipasi potensi kerawanan.
“Saya yakin karena ini sudah menjadi hal yang terus-menerus, saya meyakini bahwa tidak akan ada apa-apa,” ungkapnya.
Selain soal pengamanan malam takbiran, Pramono juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran. Tradisi mudik, menurutnya, menjadi momen penting bagi masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Ia juga mengatakan, bahwa arus kedatangan kembali warga ke Jakarta setelah merayakan Idul Fitri di daerah masing-masing.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, menyambut baik dinamika pergerakan masyarakat tersebut.
“Mudik ke Jakarta menjadi hal yang utama bagi Pemerintah DKI Jakarta. Selamat menikmati mudik ke Jakarta,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
