
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bekasi
Pemerintah Kota Bekasi memperkuat upaya mitigasi banjir dengan mengembangkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS).
Sistem ini dirancang untuk memantau kondisi hidrologi secara real time serta memberikan peringatan lebih cepat kepada masyarakat di wilayah rawan banjir.
Salah satu titik pemantauan berada di Bendung Prisdo, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Di lokasi tersebut dipasang sensor yang berfungsi memantau perubahan debit air yang berpotensi memicu banjir.
Dalam penerapannya, sensor dipasang di sejumlah titik strategis dari hulu hingga hilir sungai yang memengaruhi aliran air ke wilayah Bekasi. Beberapa titik pemantauan berada di kawasan hulu Sungai Cileungsi di Cibongas, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, segmen tengah Sungai Cileungsi di Cileungsi, titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas, Bendung Prisdo di Bekasi Timur, hingga Sungai Cikeas di Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Titik-titik tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam memantau perubahan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir di kawasan permukiman Kota Bekasi.
Selain sensor pemantauan, sistem ini juga dilengkapi perangkat sirine yang dipasang di sejumlah kawasan rawan banjir, antara lain Bekasi Jaya di Bekasi Timur, Jaka Kencana di Bekasi Selatan, Teluk Pucung di Bekasi Utara, dan Mitra Lestari di Jatiasih.
Perangkat ini terhubung dengan berbagai teknologi pemantauan seperti sensor tinggi muka air Automatic Water Level Recorder (AWLR), sensor curah hujan, kamera pemantau, serta sistem dashboard visualisasi data yang menampilkan kondisi sungai secara langsung.
Data dari sensor tersebut diproses secara otomatis dan ditampilkan melalui sistem pemantauan sehingga petugas dapat memantau perubahan debit air dengan cepat dan akurat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengapresiasi dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam penguatan mitigasi banjir melalui pemasangan sistem peringatan dini di Kali Bekasi.
“Sistem peringatan dini tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat karena mampu memberikan informasi lebih awal terkait potensi kenaikan muka air. Terima kasih BNPB, kami sangat mengapresiasi,” ujar Tri dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 7 Maret 2025.
Menurut dia, pengalaman banjir besar yang melanda Bekasi pada 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Saat itu, banjir sempat melumpuhkan aktivitas kota selama hampir dua hari, termasuk merendam kawasan pusat pemerintahan di Jalan Ahmad Yani.
“Dengan teknologi ini, pemerintah dapat memperkirakan waktu kedatangan aliran air di titik-titik tertentu secara lebih akurat sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan tepat waktu,” kata Tri.
Menjelang periode libur Lebaran, Pemerintah Kota Bekasi juga menyiagakan seluruh perangkat penanganan banjir. Petugas terkait tetap bertugas dan tidak diberlakukan kebijakan bekerja dari rumah maupun libur bagi personel yang terlibat dalam penanganan bencana.
Sementara itu, warga Pondok Gede Permai Eko Santoso mengaku keberadaan sirine peringatan dini sangat membantu masyarakat untuk bersiap sebelum banjir datang.
“Sirine pertama kali berbunyi sempat membuat warga panik karena belum terbiasa. Namun sebenarnya itu menjadi tanda adanya potensi kenaikan debit air dari wilayah hulu sehingga warga bisa bersiap mengamankan barang dan kendaraan,” ujar Eko.
Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan alat secara berkala agar sensor tetap bekerja akurat dalam membaca kondisi sungai.
Melalui sistem ini, informasi kenaikan muka air dapat dipantau langsung oleh BPBD, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Jika ketinggian air mencapai ambang batas tertentu, sistem akan otomatis mengirimkan notifikasi peringatan kepada petugas dan masyarakat.
Pengembangan EWS ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi banjir, terutama menjelang akhir musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga April berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Editor: Redaktur TVRINews
