Penulis: Syahid Muslim
TVRINews, Ambon
Membangun Indonesia dari pinggiran atau daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain yang diamanatkan Presiden RI melalui Perpres nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 -2024, dan Perpres nomor 33 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Maluku, telah dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku.
Realisasi untuk kemantapan jalan nasional mencapai 91.70 persen. Capaian tersebut seperti pembangunan jalan dan jembatan di daerah terluar, tertinggal, terdepan yang masuk kategori daerah kawasan 3T.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Maluku, Toce Leuwol mengatakan pembangunan yang dibiayai surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp 574 miliar itu, tersebar di 3 pulau, yakni pulau Kei Besar, pulau Babar dan Pulau Marsela yang berbatasan dengan Timor leste dan Australia.
“Tahun ini proyek pembangunan yang terbesar dikerjakan di pulau Kawasan 3T yaitu di pulau babar tiga paket dan satu paket di Pulau Marsela yang merupakan paket kontrak tahun jamak. Sedangkan di pulau leti, Kisar, Wetar dan pulau liran, tuntas dikerjakan tahun ini," kata Leuwol saat ditemui TVRINews.com, Jumat (30/12/2022).
Leuwol menjelaskan proyek pembangunan yang sudah rampung sampai akhir tahun 2022 tersebut yakni pembangunan ruas jalan nasional sepanjang 539 km yang tersebar di 14 pulau yakni di Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku tenggara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Realisasinya sudah di atas 90 persen tingkat kemantapan jalan,” ujar Leuwol.
Sementara itu, Plt Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Silverius Bambang Widyarta mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi dengan masing-masing Pemkab dan pendekatan dengan masyarakat terkait ganti rugi lahan yg terkena proyek pembangunan.
“Tentunya untuk melaksanakan amanat yang tertuang dalam Perpres nomor 18 tahun 2020 dan Perpres nomor 33 tahun 2015, kami berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur di wilayah 3T dan kita selalu berkoordinasi dengan Pemda setempat," tegas Bambang.
Selain proyek pembangunan jalan nasional, Satker PJN Wilayah III Provinsi Maluku juga menangani proyek pembangunan jalan dan jembatan di ruas jalan tingkat Kabupaten dan Provinsi. Seperti pembangunan jalan di pulau Kei Besar sepanjang 13 kilometer dengan nilai kontrak Rp86 miliar serta pembangunan 4 jembatan senilai Rp43 miliar lebih.
Saat ini sisa proyek di tahun 2023 dan 2024 ada enam paket yakni yakni empat paket kontrak tahun jamak yang selesai di tahun 2023 dan dua paket kontrak tahun jamak yang berakhir di tahun 2024.
Selain itu ada juga tiga paket kontrak tahun tunggal 2023 yang terbagi atas tiga paket pekerjaan jalan (pulau Kei Kecil, Yamdena dan Larat, Wetar- Leti-Kisar) dan satu paket pekerjaan jembatan di pulau Leti.
Editor: Redaktur TVRINews
