
Foto: Pemprov DKI Jakarta
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan mengerahkan 190 truk berbagai ukuran guna mempercepat pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan di wilayah pemukiman maupun ruang publik.
Kepala Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono, menyebutkan bahwa armada yang diterjunkan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari dump truck mini, truk arm roll, truk compactor, hingga truk typer berkapasitas besar.
"Truk tersebut digunakan untuk mengangkut sampah dari lingkungan warga hingga tempat penampungan sementara (TPS)," ujar Dedy, Jumat, 3 April 2026.
Siagakan 1.107 Petugas di 10 Kecamatan
Selain armada transportasi, sebanyak 1.107 petugas juga dikerahkan di 10 wilayah kecamatan di Jakarta Selatan. Petugas di lapangan bekerja setiap hari untuk memastikan sampah segera terangkut dan mencegah timbulan sampah di berbagai titik.
Dedy memaparkan, volume sampah di Jakarta Selatan saat ini mencapai sekitar 1.120 ton per hari. Jumlah ini biasanya mengalami kenaikan signifikan pada periode libur panjang atau hari raya keagamaan.
Sistem Pengolahan dan Pemilahan
Dalam skema penanganannya, sampah yang terkumpul tidak langsung dibuang begitu saja, melainkan dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos melalui metode maggot, sedangkan sampah plastik dialihkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis.
"Untuk sampah residu dikumpulkan di TPS untuk selanjutnya dibuang ke TPST Bantar Gebang," jelas Dedy.
Masyarakat turut diimbau untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan mulai mengurangi produksi sampah dengan cara memilah sejak dari sumbernya (rumah tangga).
Dedy menegaskan bahwa partisipasi warga sangat diperlukan guna menyukseskan pengelolaan sampah sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga.
Editor: Redaktur TVRINews
