
dok. Istimewa
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Tinggi Muka Air (TMA) di Pos Pantau Angke Hulu, Jakarta, dilaporkan mengalami penurunan dan kembali berstatus Normal atau Siaga 4 pada Minggu, 25 Januari 2026 pagi. Data tersebut disampaikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melalui laporan pemantauan hidrologi.
Berdasarkan laporan pukul 08.00 WIB, TMA Angke Hulu tercatat 150 sentimeter dengan kondisi cuaca terang, turun dari posisi sebelumnya 160 sentimeter pada pukul 07.00 WIB yang masih berstatus Waspada atau Siaga 3.
Penurunan muka air tersebut merupakan kelanjutan dari tren surut yang terjadi sejak dini hari. Pada pukul 00.00 WIB, TMA Angke Hulu sempat berada di angka 170 sentimeter (Siaga 3), kemudian turun menjadi 155 sentimeter pada pukul 01.00 WIB, hingga akhirnya mencapai 150 sentimeter pada pukul 02.00 WIB dan kembali ke status normal.
Seiring perkembangan tersebut, Dinas SDA DKI Jakarta telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, di antaranya penyebaran informasi kepada masyarakat melalui media sosial serta pemberitahuan kepada camat dan lurah di wilayah terdampak.
Meski demikian, hasil pantauan TMA pada pukul 06.00 WIB menunjukkan masih terdapat beberapa pos pantau yang berstatus Waspada atau Siaga 3, yakni Pasar Ikan dan Sunter Hulu. Sementara pos pantau lainnya seperti Katulampa, Depok, Manggarai, Karet, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulo Gadung berada pada status Normal atau Siaga 4.
Dinas SDA mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya menyikapi potensi perubahan cuaca dan dinamika aliran air.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan waspada gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan DKI Jakarta pada Minggu, 25 Januari 2026 pukul 07.00–19.00 WIB.
BMKG memprakirakan cuaca di Teluk Jakarta dan Perairan Kepulauan Seribu didominasi hujan ringan hingga berawan, dengan kecepatan angin berkisar 8–19 knot dari arah utara dan tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, terutama di wilayah pelabuhan seperti Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Muara Angke, Marunda, dan PPS Muara Baru.
BMKG juga mencatat suhu udara di wilayah pesisir Jakarta berada pada kisaran 25–27 derajat Celsius dengan kelembapan 77–88 persen. Adapun pasang maksimum air laut tercatat mencapai 0,34 meter pada 24 Januari 2026 pagi, sementara surut minimum mencapai minus 0,27 meter pada 23 Januari 2026 malam.
Pemerintah daerah melalui sistem Disaster Early Warning System (DEWS) terus menyampaikan informasi peringatan dini kepada warga bantaran sungai guna mengantisipasi potensi genangan maupun dampak cuaca ekstrem.
Editor: Redaktur TVRINews
