
dok. Pemprov DKI
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta Indonesia (Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta Indonesia) untuk berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan dan kesejahteraan ibu kota.
Ajakan tersebut disampaikan Rano saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkupi periode 2025–2030 di Jakarta Pusat. Ia berharap organisasi tersebut dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Saya berharap Perkupi bisa menjadi mitra strategis dalam membangun Jakarta melalui berbagai kegiatan bersama,”kata Rano dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Ia juga mendorong pengurus Perkupi untuk menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk berdiskusi di Balai Kota guna merumuskan program yang mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota inklusif, harmonis, dan berdaya saing.
Rano menegaskan bahwa Jakarta merupakan kota yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, dan budaya.
Menurutnya, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Keberagaman yang terjaga dengan baik akan menjadi kekuatan besar bagi Jakarta,” tegasnya.
Untuk memperkuat persatuan, Rano bersama Gubernur Pramono Anung mengusung tagline “Jaga Jakarta” sebagai gerakan bersama menjaga kebersamaan dan kondusivitas kota.
Selain itu, Pemprov DKI juga menggulirkan program “Jakarta Penuh Warna” yang menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan keagamaan lintas komunitas sejak akhir 2025, mulai dari perayaan Natal, Tahun Baru, Imlek, Cap Go Meh, hingga Ramadan dan Idulfitri.
Menurut Rano, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat harmoni sosial, tetapi juga berdampak pada peningkatan citra global Jakarta. Ia menyebut peringkat kota global Jakarta naik, sekaligus memperoleh predikat sebagai salah satu kota teraman di Asia Tenggara.
“Program ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk kontribusi fiskal yang besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa program tersebut menjadi bagian dari strategi pembiayaan kreatif yang diinisiasi pemerintah daerah untuk mengatasi berkurangnya dana bagi hasil dari pemerintah pusat.
Di sisi lain, Rano juga mengingatkan potensi tantangan ke depan akibat dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah yang dapat berdampak pada kenaikan harga energi dan komoditas.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya ketahanan sosial masyarakat guna menjaga stabilitas dan mencegah gejolak.
Rano pun berharap Perkupi dapat berperan aktif dalam menjaga kondusivitas di tengah masyarakat, setidaknya di lingkungan keluarga dan komunitas gereja.
“Mari kita jaga kolaborasi dan persatuan agar Jakarta tetap rukun, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
