
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Sinergi antar-pemerintah daerah diharapkan memperlancar mobilitas warga dan mendukung pembangunan kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan dukungan terhadap pengembangan transportasi massal terintegrasi lintas wilayah, khususnya rencana pembangunan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja.
Menurut Yuke, proyek ini penting untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Jakarta dan Banten yang semakin saling terhubung. Ia menekankan, pembangunan infrastruktur skala besar di kawasan aglomerasi hanya bisa berhasil melalui kerja sama setara antar-pemerintah daerah.
“Kerja sama harus melibatkan kedua belah pihak, khususnya untuk warga Banten dan Jakarta,” ujar Yuke kepada wartawan, Rabu, 11 Februari 2026.
Yuke menambahkan, pengembangan MRT bukan sekadar proyek transportasi, tetapi bagian dari upaya membangun kawasan perkotaan yang tertata dan berkelanjutan.
"Segala sesuatunya kan juga nggak bisa kita hanya berpikir untuk DKI sendiri. Aglomerasi ini juga harus saling berkomunikasi dan saling terintegrasi," ujar Yuke.
Integrasi yang dimaksud mencakup jalur MRT, sistem transportasi publik lain, dan jaringan jalan penghubung antarwilayah. Yuke mencontohkan konektivitas Jakarta Barat dengan Tangerang yang perlu dipersiapkan sejak tahap perencanaan.
Komisi D DPRD DKI Jakarta siap mendukung kebijakan dan program integrasi infrastruktur lintas wilayah melalui fungsi pengawasan, perencanaan, dan sinkronisasi kebijakan dengan daerah sekitar.
Melalui penandatanganan MoU studi potensi kontribusi MRT Lintas Timur–Barat Fase 2, Yuke berharap sinergi Jakarta–Banten semakin kuat.
Proyek ini diharapkan mengurai kemacetan, mendorong pemerataan pembangunan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat aglomerasi Jabodetabek.
Editor: Redaksi TVRINews
