TVRINews, Jakarta
Sebanyak 104 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat mencapai 59 kilogram berhasil ditangkap dalam operasi pengendalian spesies invasif di Kali Olimo, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat, 12 Juni 2026.
Kegiatan penangkapan melibatkan personel gabungan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Dinas KPKP DKI Jakarta, Unit Pengendalian Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, serta unsur Kecamatan Taman Sari dan Kelurahan Mangga Besar.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Betty Rohmawati, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai merugikan lingkungan.
"Kegiatan ini untuk menjaga ekosistem perairan agar tetap sehat dan berfungsi optimal,"kata Betty dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.
Betty menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup ikan lokal karena bersaing dalam mendapatkan sumber makanan dan ruang hidup di perairan.
Selain itu, ikan tersebut memiliki kemampuan bertahan hidup di perairan yang tercemar sehingga berpotensi mengakumulasi berbagai polutan yang berbahaya bagi kesehatan manusia apabila dikonsumsi.
Menurutnya, seluruh hasil tangkapan telah ditangani sesuai prosedur lingkungan yang berlaku. Ikan-ikan tersebut dimatikan dan kemudian dikubur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan.
"Seluruh hasil tangkapan ikan itu ditangani sesuai prosedur lingkungan dan dikubur dalam kondisi mati di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan," tegas Betty.
Sementara itu, Camat Taman Sari, Simson Hutagalung, menyambut baik kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu tersebut. Menurutnya, keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada turap dan saluran air.
"Kami berharap penangkapan ikan sapu-sapu akan meningkatkan kualitas lingkungan perairan serta risiko kerusakan turap dapat diminimalkan,"ungkap Simson.
Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas lingkungan perairan dan melindungi habitat ikan lokal di wilayah Jakarta.










