TVRINews, Jakarta
Polres Metro Jakarta Pusat sampai saat ini, terus mendalami kasus bocah yang tersetrum di kawasan Taman Kramat Pulo setelah rekaman kamera CCTV (closed circuit television). Di mana, rekaman tersebut menunjukkan adanya dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh dua anak terhadap korban.
Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia Shinta mengatakan, jika saat ini pihaknya masih mengumpulkan berbagai alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Masih proses penyelidikan. Hari ini kami mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang akan diperiksa,” kata Rita pada Jumat, 12 Juni 2026.
Selain itu, ia menuturkan jika pihaknya belum dapat memastikan apakah korban sebelumnya pernah mengalami perundungan dari anak-anak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Nanti kami periksa saksi-saksi dulu untuk bisa mengambil kesimpulan itu,” ujarnya.
Berdasarkan analisis awal terhadap rekaman CCTV, penyidik menemukan adanya tindakan yang mengarah pada dugaan kekerasan terhadap korban sebelum insiden tersetrum terjadi.
“Kalau analisa dari CCTV seperti itu. Sepertinya memang sudah ada niat melakukan kekerasan terhadap anak ini,” katanya.
Rita menjelaskan, saat kejadian korban sedang bermain bersama sejumlah anak lain di Taman Al-Fitrah. Korban dan dua anak yang diduga terlibat diketahui saling mengenal karena tinggal di lingkungan yang sama.
“Mereka teman main. Rumahnya juga tidak jauh, satu lingkungan,” ujarnya.
Dari rekaman CCTV terlihat korban dipegang pada bagian tangan dan kaki oleh dua anak tersebut. Setelah itu, tubuh korban diangkat dan diayun sebelum kakinya diarahkan ke sebuah tiang yang diduga memiliki aliran listrik.
“Dia dipegang tangan dan kakinya, kemudian diangkat. Kakinya dimasukkan ke bagian tiang itu,” kata Rita.
Penyidik kini berupaya memastikan apakah kedua anak tersebut mengetahui bahwa tiang yang menjadi lokasi kejadian mengandung aliran listrik saat insiden berlangsung.
“Itu yang ingin kami cari tahu. Apakah mereka tahu kalau tiang itu ada listriknya atau tidak,” ujarnya.
Tidak lama setelah kejadian, korban dilaporkan langsung pingsan. Berdasarkan rekaman yang diperoleh penyidik, kedua anak yang diduga terlibat tampak panik melihat kondisi korban.
“Mereka panik. Salah satu anak kemudian menarik korban menjauh dari tiang,” tutur Rita.
Korban bahkan sempat dibawa pulang oleh salah satu anak yang diduga terlibat sebelum akhirnya mendapatkan penanganan dari pihak keluarga.
“Korban dibawa pulang oleh pelaku ke rumahnya,” katanya.
Meski demikian, polisi masih mendalami motif di balik tindakan tersebut dan belum dapat menyimpulkan apakah perbuatan itu dilakukan dengan sengaja atau dianggap sebagai bentuk candaan oleh para pelaku.
“Bisa saja mereka menganggap itu hanya bercanda. Tapi semua itu masih kami dalami,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi korban dilaporkan terus membaik. Setelah sempat menjalani perawatan akibat insiden tersebut, korban kini telah kembali beraktivitas seperti biasa.
“Alhamdulillah kondisinya sudah sehat. Sudah ceria dan sudah bermain lagi dengan teman-temannya,” kata Rita.










