
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat 326.372 pelanggan menggunakan layanan MRT Jakarta selama penerapan tarif khusus Rp1,00 pada malam pergantian Tahun Baru 2026, yakni pada Rabu, 31 Desember 2025 dan Kamis, 1 Januari 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 303.345 pelanggan.
Rincian Jumlah Penumpang
Berdasarkan data MRT Jakarta, pada 31 Desember 2025 tercatat 185.895 pelanggan, sementara pada 1 Januari 2026 jumlah pelanggan mencapai 140.477 orang.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan transportasi publik, khususnya MRT Jakarta, selama perayaan malam pergantian tahun.
Jam Operasional Diperpanjang hingga Dini Hari
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo mengatakan MRT Jakarta melakukan penyesuaian operasional dengan memperpanjang jam layanan hingga pukul 02.00 WIB pada Kamis, 1 Januari 2026.
“Kebijakan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang menghadiri berbagai kegiatan perayaan di sepanjang jalur MRT Jakarta,” kata Rendy kepada wartawan, Sabtu, 3 Januari 2025.
Penguatan Manajemen Keramaian
Selain penyesuaian tarif dan jam operasional, MRT Jakarta juga melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi lonjakan pelanggan.
Upaya tersebut meliputi penambahan personel, penyediaan stok kartu perjalanan, serta penambahan alat pembaca kartu di stasiun.
“Dengan persiapan tersebut, mobilitas masyarakat pada momen tahun baru dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Blok M Hub Jadi Magnet Liburan
Rendy menambahkan, kawasan sekitar stasiun MRT kini juga berkembang menjadi ruang publik yang aman dan nyaman serta menjadi tujuan wisata perkotaan. Salah satu yang paling diminati adalah Blok M Hub.
"Selama periode 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, tercatat 145.855 orang mengunjungi Blok M Hub," ungkapnya.
Menurutnya, pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD)** yang inklusif menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menikmati ruang kota.
Lebih lanjut, Rendy mengatakan bahwa ketertarikan ini turut mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik, khususnya MRT Jakarta.
Editor: Redaktur TVRINews
