Penulis : Basri A
TVRINews, Lamongan
Akibat meluapnya Sungai Bengawan Jero, ada 4.100 hektar lebih tambak warga yang ada di 4 Kecamatan terendam banjir. Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar, petani tambak terpaksa memasang waring atau jaring di areal tambak agar ikan tidak keluar.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan mencatat, 4.100 lebih hektar tambak warga yang ada di 4 Kecamatan terendam banjir akibat luapan sungai Bengawan Jero, terjadi dalam dua minggu terahir ini.
Empat Kecamatan itu, yakni Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun dan Glagah.
Dengan kondisi saat ini, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan telah menurunkan penyuluh lapangan untuk mendampingi dan memberikan penyuluhan pada para petani tambak di Lamongan.
Dari pantauan petugas di lapangan, rata-rata usia ikan baru satu minggu hingga satu bulan, sehingga petani belum bisa memanen ikan atau udang mereka.
Air begitu deras masuk ke areal tambak ikan. Bahkan untuk mengurangi kerugian yang lebih besar, petani terpaksa memasang waring atau jaring agar ikan yang baru sebulan ditaburkan tidak keluar.
Yuli Wahyuono Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan mengatakan, dari catatan pihaknya, dari 4 kecamatan yang terkena banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Jero, luasnya mencapai sekitar 4.100 hektar lebih yang terendam banjir.
"Namun Alhamdulillah, para petani tambak langsung menggunakan jarring atau waring agar ikan mereka tidak keluar dari tempatnya,” katanya.
Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Jero ini, kerap terjadi di musim hujan seperti saat ini. Namun hingga sekarang belum ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk menangani banjir tahunan ini.










