Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Arus mudik Lebaran di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mulai terlihat menjelang H-10 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau lebaran 2026. Meski demikian, jumlah penumpang bus antar-kota-antar-provinsi (AKAP) yang berangkat dari terminal tersebut belum mencapai puncaknya.
Berdasarkan pantauan TVRINews.com, sejumlah pemudik terlihat menunggu bus di ruang tunggu terminal. Mayoritas pemudik berasal dari wilayah jauh, termasuk tujuan ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat hingga Pulau Sumatera.
Arman (28), pemudik asal Surabaya, Jawa Timur mengaku memilih pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan dan harga tiket yang belum naik.
“Mau mudik lebih awal ke Surabaya biar nggak kena macet. Harga tiket juga masih normal kalau jauh dari sebelum arus mudik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebiasaan pulang lebih awal juga menyesuaikan aktivitas sehari-hari. Arman menyebut harga tiket bus masih normal dan kenaikan harga belum tinggi.
"Saya beli tiket bus super executive harganya Rp370.000 jadi masih belum terlalu mahal. Estimasi perjalanan biasanya sekitar 11-12 jam," kata Arman kepada TVRINews.com saat ditemui di lokasi, Selasa, 10 Maret 2026.
Sementara itu, untuk memastikan kelayakan armada bus menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Terminal Kampung Rambutan menargetkan pemeriksaan ramp check setiap hari.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengatakan pihaknya menargetkan minimal 40 bus diperiksa setiap hari sebelum diberangkatkan.
“Setiap satu kali pemeriksaan bus membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit,” ujar Revi kepada wartawan, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.
Saat ini, pemeriksaan masih berada pada tahap pra-ramp check. Ramp check utama dijadwalkan berlangsung mulai 13 Maret hingga 31 Maret 2026. Ramp check mencakup berbagai aspek, mulai dari administrasi hingga sistem utama kendaraan.
Revi menekankan, sistem utama bus tidak boleh ada toleransi karena menyangkut keselamatan penumpang. Pemeriksaan juga meliputi sistem penunjang seperti kelengkapan alat keselamatan di dalam bus, termasuk dongkrak, segitiga pengaman, kotak obat, dan alat pemukul kaca untuk keadaan darurat. Semua perlengkapan harus tersedia agar bus lolos pemeriksaan.
Editor: Redaktur TVRINews
