
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya perayaan Dharma Santi sebagai ruang memperkuat harmoni dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Ibu Kota.
Hal itu disampaikan Rano saat menghadiri acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu, 12 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi 2026.
Menurut Rano, Dharma Santi tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kohesi sosial di Jakarta yang majemuk.
"Pemprov DKI Jakarta menyambut baik pelaksanaan Dharma Santi sebagai upaya mempererat persatuan dan kesatuan. Umat Hindu telah menunjukkan kontribusi nyata dalam merawat keberagaman dan toleransi di Jakarta," ujar Rano dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, pada Senin, 13 April 2026.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seluruh umat sebagai bagian dari pembangunan sosial yang inklusif.
Bahkan, Rano menyebut perayaan Nyepi akan terus dimasukkan dalam kalender kegiatan resmi Pemprov DKI Jakarta, baik dalam konteks budaya maupun keagamaan.
"Kami sepakat agar kalender kegiatan keumatan dalam konteks budaya terus dilanjutkan, sehingga perayaan Nyepi ke depan bisa semakin baik," ucapnya.
Rano turut menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang merayakan Dharma Santi Nyepi 2026, sekaligus mengapresiasi kontribusi seluruh umat beragama dalam menjaga harmoni Jakarta.
Sementara itu, panitia penyelenggara menyebut Dharma Santi tahun ini menjadi momentum rekonsiliasi sosial, sekaligus pertama kalinya digelar di Balai Kota DKI Jakarta. Tema "Vasudhaiva Kutumbakam" yang diusung dinilai relevan sebagai pengingat pentingnya persaudaraan universal dalam kehidupan masyarakat yang beragam.
Editor: Redaksi TVRINews
