
dok. Pemprov DKI
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memimpin langsung kegiatan kerja bakti serentak di delapan kecamatan wilayah Jakarta Barat pada Minggu, 12 April 2026.
Kegiatan dipusatkan di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, dengan fokus utama pada penanganan lingkungan, khususnya mitigasi banjir, pengelolaan sampah, serta penataan aset daerah.
Rano menjelaskan, kerja bakti difokuskan pada sejumlah persoalan mendesak seperti penumpukan sampah, sedimentasi lumpur di saluran air, hingga potensi pohon tumbang yang membahayakan warga.
“Penanganan dilakukan mulai dari pengangkutan sampah terpilah, pengerukan lumpur, normalisasi saluran, pembersihan badan air, hingga pembongkaran bangunan di atas saluran,”kata Rano dalam keterangan tertulis, Minggu, 12 April 2026.
Selain itu, dilakukan pula perbaikan ringan fasilitas pejalan kaki, penopingan pohon, serta penataan kabel listrik untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan lingkungan.
Rano juga menyoroti potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memicu kemarau panjang dan peningkatan suhu. Kondisi tersebut dinilai berisiko memperparah timbunan sampah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama bagi anak-anak.
Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan rencana strategis pemanfaatan lahan di Kelurahan Kamal untuk mengatasi keterbatasan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Program ini akan melengkapi revitalisasi TPU Menteng Pulo dan perluasan TPU Tanah Kusir.
“Selain untuk TPU, kawasan ini juga direncanakan akan dibangun embung pengendali banjir serta berpotensi menjadi sumber intake air bersih di masa depan,”jelasnya.
Ia mengapresiasi kolaborasi lintas pihak dalam kegiatan tersebut dan berharap kerja bakti dapat menjadi gerakan rutin di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 500 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, dan masyarakat.
“Penanganan dilakukan secara terpadu tanpa ego sektoral, untuk mengantisipasi potensi banjir, genangan, serta persoalan sampah,”ungkap Iin.
Ia menambahkan, kerja bakti juga difokuskan pada penataan aset milik pemerintah daerah yang sebelumnya ditempati warga. Penataan dilakukan setelah proses relokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik Pemprov DKI Jakarta, termasuk Rusun Buddha Tzu Chi.
Bagi warga non-KTP DKI, pemerintah juga telah memfasilitasi kepulangan ke daerah asal secara aman dan kondusif.
Iin menegaskan, pihaknya akan terus memastikan penataan wilayah berjalan optimal demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan aman bagi masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
