
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Pramono Anung meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) pada Kamis, 12 Maret 2026. Pada tahap awal, tarif perjalanan ditetapkan hanya Rp3.500 selama tiga bulan sebagai masa uji coba sekaligus penyambutan arus mudik dan balik Idul Fitri.
“Selama tiga bulan pertama, tarif tetap Rp3.500. Setelah itu kami evaluasi kembali,” ujar Pramono saat peresmian di Terminal Blok M, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa setelah periode promo berakhir, pemerintah provinsi akan meninjau besaran tarif karena tingginya beban subsidi. Pramono menyebut kemungkinan tarif normal berada di kisaran Rp10.000–Rp15.000.
Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh Beroperasi 62 Perjalanan per Hari saat Lebaran
Rute baru ini diharapkan menjadi pilihan transportasi menuju bandara, mengingat mayoritas penumpang sekitar 70–80 persen masih menggunakan kendaraan pribadi.
Data Kementerian Perhubungan menyebutkan jumlah pengguna bandara mencapai 54,9 juta orang per tahun. Jika sebagian besar tetap memakai kendaraan pribadi, potensi kemacetan menuju bandara akan terus meningkat.
“70 sampai 80 persen dari 54,9 juta pengguna bandara memakai kendaraan pribadi, tentu akan menambah beban lalu lintas,” kata Pramono.
Sebanyak 14 unit bus disiapkan pada rute Blok M–Soetta. Layanan beroperasi mulai pukul 05.00–22.00 WIB, dengan waktu tunggu 10–20 menit. Kapasitas layanan diperkirakan dapat mengangkut 1.900–2.000 penumpang per hari.
Pramono optimis rute ini akan diminati masyarakat, mencontohkan layanan Blok M–Bogor yang kini mampu melayani lebih dari 7.000 penumpang per hari, jauh di atas target awal.
Bus yang digunakan untuk rute bandara dirancang khusus, dengan dek rendah dan ruang bagasi untuk koper penumpang.
Bus akan berhenti di tiga terminal di Bandara Soekarno-Hatta, yakni Terminal 1, 2, dan 3. Sementara di dalam kota, rute melintasi sejumlah titik strategis seperti Bundaran Senayan, FX Sudirman, kawasan Gelora Bung Karno, DPR/MPR, serta Stasiun Kereta Bandara.
Layanan ini diharapkan menjadi solusi transportasi publik yang nyaman, terjangkau, dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi saat menuju bandara.
Editor: Redaktur TVRINews
