TVRINews, Jakarta
Seorang wanita pengusaha yang berinisial ‘S’ (51), ditemukan tidak bernyawa dengan luka tembak, dan sebuah pistol di dekat tubuhnya di Perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan mengantakan, saat ditemukan, korban ‘S’ ditemukan tengah berada di dalam kamarnya dengan keadaan terkunci.
"Di kamar, terkunci," kata Gidion, saat dihubungi, Jumat, 10 Februari 2023.
Baca Juga: Pengungsi Korban Gempa M 5.4 Kota Jayapura Bertambah Jadi 2.136 Jiwa
Lebih lanjut, Gidion menyebut, ketika ditemukan korban dalam keadaan terlentang di lantai dengan luka tembak di bagian dada sebelah kiri.
"Kondisinya jenazah terlentang, luka tembak di dada kiri. Di lantai, di sampingnya kursi, ditemukan senjatanya di sebelah kanan tubuh," ujarnya.
Namun, hingga saat ini Gidion menuturkan dirinya belum bisa mengungkap penyebab pasti terkait dengan kematian korban.
Tetapi, pihaknya saat ini masih menunggu hasil pendalaman dari laboratorium forensik dan kedokteran forensik.
"Dari Labfor dan Dokfor belum keluar. Belum ada kesimpulan bunuh diri atau dibunuh," jelasnya.
Penemuan Mayat dan Pistol
Seorang wanita pengusaha yang berinisial ‘S’ (51), ditemukan tidak bernyawa di rumah salah satu perumahan di wilayah Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Saat korban ditemukan, pihak kepolisian menemukan sepucuk senjata api didekatnya
"Benar, ada penemuan mayat seorang wanita berinisial S (51) di salah satu perumahan di wilayah Kapuk Muara, Penjaringan," kata Kapolsek Penjaringan Kompol M Probandono Bobby saat dihubungi, Rabu, 8 Februari 2023.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Merosot Seiring Sentimen ‘risk off’ di Pasar
Lebih lanjut, Bobby mengatakan, pihaknya menerima laporan tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.
"Telah dilakukan olah TKP oleh tim gabungan dibantu tim Puslabfor dan RS Polri. Ditemukan ada sepucuk pistol," ujarnya.
Namun, hingga kini Bobby belum bisa menjelaskan penyebab pasti terkait dengan kematian wanita tersebut.
"Untuk mendapatkan kesimpulan penyebab kematian dan fakta terkait kejadian lebih lanjut masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor dan Dokfor," pungkasnya.










