Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Probolinggo
Ribuan warga Pulau Gili Ketapang memadati ujung timur Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo pada Kamis, 15 Juni 2023. Dengan menaiki kapal hias, mereka mengantar 48 jamaah calon haji yang akan bergabung dengan ratusan jamaah calon haji lainnya asal Kabupaten Probolinggo.
Suasana meriah bercampur haru sangat terasa di ujung timur Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo. Ribuan warga Pulau Gili Ketapang berdatangan untuk mengantar jamaah calon haji yang berasal dari Pulau Gili Ketapang.
"Setiap tahun di musim haji memang warga Pulau Gili Ketapang ikut mengantar calon jemaah haji, karena warga berharap pahala dari para jemaah dan bisa menular ikut melaksanakan ibadah haji," kata Ainul Yaqin, saat mengantarkan jamaah haji.
Menariknya, ribuan warga Pulau Gili Ketapang ini datang dengan naik kapal laut. Bukan naik kapal laut biasa, warga menaiki kapal ikan jenis jonggrang yang telah dihias dengan rumbai-rumbai dan aneka bendera warna warni. Tercatat ada 48 jamaah calon haji asal Pulau Gili Ketapang yang berangkat ke tanah suci dalam musim haji tahun ini. Mereka akan bergabung dengan 787 jamaah calon haji lainnya asal Kabupaten Probolinggo.
Selanjutnya, mereka masuk dalam kelompok terbang 64 dan 65 embarkasi Juanda Surabaya, dan menjadi satu dengan jamaah calon haji asal Kabupaten Sidoarjo. Suasana haru pun menyeruak saat mereka bersalaman dan berpelukan. Tak jarang para jamaah calon haji ini menitikkan air mata karena tak kuasa menahan perpisahan.
Selama ini, sebagian besar warga Pulau Gili Ketapang bermata pencaharian sebagai nelayan. Mereka memiliki kapal besar untuk menangkap ikan hingga ke laut lepas.
Ketika ada warga yang naik haji, saat itu juga mereka bersuka cita mengantarkannya ke pelabuhan. Sebagai simbol persaudaraan yang kuat, mereka kemudian menghias kapal yang dipakai untuk mengantarkan jamaah calon haji.
Data terakhir menyebutkan bahwa ada lebih dari 60 persen warga Pulau Gili Ketapang yang telah berangkat ke tanah suci. Bukan hanya orang tua, anak-anak yang baru berusia belasan tahun sudah menyandang status haji.
Setelah dari Pelabuhan Tanjung Tembaga ini, perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat. Mereka menuju ke kawasan wisata religi di miniatur Ka’bah, Desa Curah Sawo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sebelum akhirnya berangkat dengan rombongan lainnya ke Surabaya.
Baca juga: Proses Ekskavasi Candi Gedog Blitar Dilanjutkan
Editor: Redaktur TVRINews
