
dok. Pemprov DKI
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai budaya Betawi sebagai identitas utama Kota Jakarta yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka acara Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Sabtu, 11 April 2026. Menurut Pramono, kegiatan yang diinisiasi Badan Musyawarah Betawi bersama Majelis Kaum Betawi ini menjadi wujud kolaborasi dalam menjaga, merawat, serta mengembangkan budaya Betawi di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang penuh kehangatan dan mempererat persaudaraan,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 April 2026.
Ia menjelaskan, dalam tradisi Betawi terdapat nilai-nilai luhur seperti saling memaafkan kepada orang tua dan sesepuh, mengenalkan silsilah keluarga kepada generasi muda, hingga kebiasaan membawa hantaran atau nyorok. Tradisi tersebut dinilai penting dalam menanamkan adab dan memperkuat hubungan antargenerasi.
“Nilai-nilai ini menjadi cara masyarakat Betawi menjaga warisan leluhur agar tetap hidup sepanjang masa,”jelasnya.
Pramono juga menyebut Jakarta baru saja meraih peringkat kedua sebagai kota teraman di kawasan Asia Tenggara.
Capaian tersebut, menurutnya, tidak lepas dari terjaganya persatuan, kerukunan, dan silaturahmi masyarakat.
Sebagai daerah khusus, Jakarta disebut memiliki identitas budaya dan sejarah yang kuat dan tidak terpisahkan dari masyarakat Betawi. Karena itu, pelestarian budaya dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui kesenian dan kuliner.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi Museum MH Thamrin di kawasan Kenari menjadi ikon baru kota sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang berjasa dalam perkembangan Jakarta.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov dan DPRD DKI Jakarta atas dukungan dalam penyelenggaraan acara tersebut.
Menurutnya, Lebaran Betawi 2026 yang mengusung tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta Memperkokoh Persatuan, Merawat Tradisi Menuju Kota Global” tidak hanya menjadi ajang halal bihalal, tetapi juga ruang inklusif bagi masyarakat untuk menikmati beragam atraksi budaya dan hiburan khas Betawi.
Editor: Redaktur TVRINews
