
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Polisi menerjunkan 1.200 personel gabungan untuk mengamankan laga antara Persija Jakarta menghadapi Persis Solo di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin, 27 April 2026 hari ini pukul 19.00 WIB. Hal ini dilakukan, untuk memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, jika ribuan personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Mereka disebar di sejumlah titik penting, termasuk akses masuk stadion, area tribun, serta kawasan sekitar Senayan,” kata dia.
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal mengingat tingginya antusiasme suporter.
“Sebanyak 1.200 personel gabungan mengamankan pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta VS Persis Solo di GBK. Yang akan dimulai Kick Off pukul 19.00 WIB,” ucapnya.
Selain fokus pada pengamanan, aparat juga mengedepankan pelayanan kepada para penonton. Suporter diimbau untuk mematuhi aturan yang berlaku dengan tidak membawa barang terlarang seperti petasan, flare, senjata tajam, maupun minuman beralkohol.
“Kami akan menjaga keamanan dan melayani para suporter yang menonton di GBK, agar semua pihak dapat menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi pertandingan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana pertandingan tetap sportif dan damai. Selain itu, ia berharap para pendukung kedua tim dapat menahan diri dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kericuhan.
“Kami berharap para suporter tetap santun dan tidak sampai terjadi anarkisme atau pengrusakan fasilitas umum,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Senayan akan diterapkan secara situasional. Masyarakat yang tidak berkepentingan diimbau untuk menghindari area tersebut selama pertandingan berlangsung.
Di sisi penegakan aturan, aparat memastikan akan bertindak tegas terhadap pelanggaran, khususnya bagi penonton yang membawa petasan atau kembang api. Namun demikian, pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan di lapangan.
“Kepada seluruh Personel yang terlibat pengamanan tetap humanis, kita layani saudara-saudara kita yang akan menonton pertandingan sepak bola. Tidak ada yang membawa senjata api dalam pengamanan,” tukasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
