
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi ataupun penyaringan khusus terhadap pendatang yang datang ke Ibu Kota setelah Lebaran.
Menurut Pramono, Jakarta tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin datang dan mencari peluang kerja di kota tersebut.
“Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening untuk itu,” kata Pramono dalam keterangannya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menyampaikan kesempatan bekerja di Jakarta masih tersedia bagi masyarakat. Namun, Pramono mengingatkan kondisi global yang tengah bergejolak perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada perekonomian.
Ia menyinggung sejumlah konflik internasional yang terjadi di beberapa kawasan, seperti perang antara Rusia dan Ukraina serta ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri, terutama terkait ketersediaan bahan pangan.
Pramono memastikan stok kebutuhan pokok di Jakarta dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.
“Kebutuhan utama seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan lainnya sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Stok di Jakarta aman, bahkan lebih dari cukup,” ujarnya.
Ia berharap ketersediaan pasokan tersebut dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok sehingga tidak terjadi lonjakan harga menjelang Idulfitri.
Editor: Redaksi TVRINews
