
Foto : Ilustrasi/ Data BPBD DkI jakarta
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
BPBD DKI Catat 148 Titik Genangan Masih Bertahan
Otoritas penanggulangan bencana di Ibu Kota terus memantau kenaikan permukaan air setelah hujan deras mengguyur wilayah DKI Jakarta.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa hingga Senin 9 maret 2026 pukul 12.00 siang, 148 Rukun Tetangga (RT) dan 20 ruas jalan masih terendam air dengan ketinggian yang bervariasi.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, M. Yohan, menyatakan bahwa koordinasi di lapangan terus dilakukan untuk memitigasi dampak cuaca ekstrem ini.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun otoritas hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak ruas jalan masih terdampak genangan
Dampak Wilayah dan Evakuasi Warga
Wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu titik terdampak paling signifikan. Di Kelurahan Kembangan Utara, ketinggian air dilaporkan mencapai puncaknya hingga 70 sentimeter akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai.
Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Rawa Buaya, Kembangan Selatan, dan Duri Kosambi dengan rata-rata ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Kondisi ini memaksa ratusan warga untuk meninggalkan kediaman mereka dan menuju posko pengungsian sementara. Berdasarkan laporan terkini, titik pengungsian tersebar di berbagai fasilitas publik seperti masjid dan gedung sekolah:
• Kelurahan Kedaung Kali Angke: Warga mengungsi di Masjid Jami Al Khaeer, Masjid Uswatun Hasanah, dan Masjid Jami Al Fudhollah.
• Kelurahan Kembangan: Ratusan jiwa ditampung di Masjid At Taqwa, Majlis Darul Muhyi, hingga Ruang Literasi dan gedung SDN 05/08.
• Kelurahan Jelambar: Sekitar 10 kepala keluarga telah menempati Mushola At Taqwa sebagai lokasi aman.
Selain area pemukiman, banjir juga melumpuhkan mobilitas warga di beberapa jalur utama. Jalan Kapuk Muara Raya dan area lampu merah Kembangan Raya dilaporkan masih sulit dilalui kendaraan akibat genangan setinggi 15 hingga 50 sentimeter.
Menurut penjelasan Yohan, kondisi di ruas jalan tersebut dipicu oleh kombinasi intensitas hujan yang masih tinggi serta meluapnya aliran Kali Angke.
Petugas gabungan saat ini masih disiagakan di lokasi-lokasi strategis untuk membantu proses penyedotan air dan pengaturan lalu lintas.
Pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu kenaikan debit air di wilayah bantaran sungai.
Editor: Redaksi TVRINews
