
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, memberikan imbauan tegas kepada para pemudik yang kembali ke Jakarta agar selalu turun di dalam area terminal resmi guna menjamin faktor keamanan dan keselamatan.
Hal ini disampaikan menyusul tren peningkatan arus balik Lebaran 2026 di Terminal Kalideres yang mulai dipadati ribuan penumpang dari berbagai wilayah seperti Jawa Tengah dan Sumatera sejak dini hari.
Nur Prasetyo menekankan bahwa dengan turun di dalam terminal, para pemudik dapat langsung mengakses pos terpadu dan fasilitas keamanan yang bersiaga penuh selama 24 jam.

"Saya harap untuk penumpang yang turun di terminal Kalideras, ataupun dari tujuan manapun, naik turun itu harus di terminal. Baik itu terminal Kalideras, terminal Kampung rambutan dan terminal lainnya. Ya, kami harap para pemudik itu turunnya di dalam terminal, karena di dalam terminal sendiri sudah ada pos terpadu, di mana keamanan di dalam terminal itu lebih terjamin, apabila terjadi sesuatu, mendidaklanjutinya dan melaporkannya itu lebih cepat, karena petugas standby 24 jam," ujar Nur Prasetyo kepada tvrinews.com, Rabu 25 Maret 2026.
Peningkatan arus balik ini sendiri sudah mulai terasa sejak H+1 lebaran. Untuk hari ini, tercatat ribuan penumpang sudah memadati terminal sejak pagi hingga siang hari, dengan prediksi angka yang akan terus bertambah hingga malam nanti.

"Yang tercatat pada H plus 3 sampai dengan siang ini sekitar sudah 1.800 sampai 1.900 penumpang. Diperkirakan sampai dengan akhir, malam itu bisa mencapai 2.300 sampai 2.400 penumpang," tambahnya.
Pihak pengelola terminal memprediksi bahwa puncak arus balik di Terminal Kalideres akan jatuh pada H+5 lebaran. Hal ini didasarkan pada jadwal masuk kerja normal yang akan dimulai serentak pada hari Senin mendatang.
Untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang tiba pada dini hari, khususnya antara pukul 02.00 hingga 06.00 WIB, pihak terminal telah bekerja sama dengan Transjakarta untuk menyediakan angkutan malam hari (Amari) dan mikrotrans dengan tarif resmi yang terjangkau.

"karena itu kendaraan lanjutan naik Transjakarta itu memang tarifnya sudah disesuaikan, tidak ada perubahan harga. Dia harga Rp. 3.500 ataupun di malam hari sebelum pukul 07.00 itu di angka Rp. 2.000," jelas Nur Prasetyo untuk memastikan penumpang tidak dikenakan tarif liar.
Selain aspek keamanan penumpang, keselamatan perjalanan juga menjadi fokus utama. Pihak terminal berkolaborasi dengan BNNP dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi para pengemudi bus.
"Kita sejak H-7 sampai H+7 nanti, itu ada kerjasama dengan BNNP untuk tes urin pengemudi. Dan dari Dinas Kesehatan, terutama Puskesmas Kecamatan, itu untuk pemeriksaan tes kesehatan, baik kolesterol, gula darah, ataupun tekanan darah, dan lain sebagainya," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
