
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di ibu kota wajib menempatkan pelayanan ramah dan humanis sebagai standar utama. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada perbedaan layanan antara pasien BPJS dan non-BPJS.
Saat meninjau layanan kesehatan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026), Pramono menyebut Pemprov DKI mengelola 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu. Dengan cakupan layanan sebesar itu, ia meminta budaya hospitality benar-benar diterapkan secara konsisten.
“Semua tingkatan pelayanan, baik BPJS maupun non-BPJS, harus mengedepankan keramahan. Tidak boleh ada pembedaan. Pelayanan yang manusiawi adalah kunci,” ucapnya dalam keterangan yang dikutip, Selasa (27/1/2026).
Menurut Pramono, kualitas tenaga kesehatan, teknologi, dan fasilitas medis di Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Namun, ia mengakui masih ada ruang perbaikan pada aspek interaksi dan kenyamanan pasien.
“Dokternya bagus, teknologinya memadai, peralatannya lengkap. Tapi yang sering luput adalah hospitalitinya. Padahal orang Indonesia dikenal ramah,” ujar Pramono.
Ia berharap peningkatan standar pelayanan menjadi gerakan bersama di semua rumah sakit, termasuk yang dikelola pemerintah, untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan Jakarta.
“Harapan saya, Jakarta memiliki rumah sakit yang bukan hanya baik dari sisi fasilitas, tetapi juga dari sisi manusiawinya. Masyarakat harus merasa aman, nyaman, dan dihargai ketika berobat,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
