
Foto: dok. BNPB
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Intensitas hujan terus terjadi sejak Rabu, 28 Januari 2026 lalu, yang mengakibatkan beberapa wilayah di Jakarta mengalami genangan air. Membuat, peningkatan status siaga di pos-pos pengamatan sungai, seperti Bendung Katulampa, Pos Sunter Hulu, Pos Pesanggrahan, Pos Angke Hulu, serta Pintu Air Manggarai dan Karet, menjadi tanda peringatan bagi warga.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, lima RT masih tergenang hingga Sabtu, 31 Januari 2026 hari ini.
Lalu, di wilayah Jakarta Utara tercatat paling terdampak, terutama di Kelurahan Kapuk Muara satu RT dan Marunda empat RT, dengan ketinggian air antara 30 hingga 45 cm. Penyebab utama adalah curah hujan yang tinggi dan luapan Kali Angke serta Kali Nagrak.
Sementara itu, beberapa genangan telah surut, seperti di Kelurahan Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, Pejaten Timur, serta sebagian RT di Kapuk Muara dan Marunda.
Satu ruas jalan terdampak genangan, yakni Jalan RE Martadinata di Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, dengan tinggi air sekitar 15 cm, akibat hujan deras dan pasang air laut (rob).
Pengungsian juga terjadi di beberapa lokasi. Di Jakarta Timur, warga Kampung Melayu menempati SDN Kampung Melayu 01 dan 02, mencakup 66 kepala keluarga atau 187 jiwa.
Di Jakarta Utara, Masjid Nurul Jannah digunakan sebagai tempat sementara bagi 20 keluarga atau 40 jiwa dari Marunda.
BPBD menyiagakan petugas untuk memantau kondisi genangan, bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Gulkarmat.
Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan air, pemeriksaan saluran, dan penyediaan bantuan dasar bagi warga terdampak. Targetnya, genangan dapat segera surut.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghubungi layanan darurat 112 bila menghadapi situasi mendesak. Layanan ini aktif 24 jam setiap hari.
Editor: Redaksi TVRINews
