Penulis : Harry Rahmadani
TVRINews, Subang
Dua akses jalan baru di Kabupaten Subang mendapat guyuran dana Rp. 2,4 triliun pada tahun ini. Pemerintah Kabupaten Subang mengharapkan dua jalan baru tersebut dapat tuntas pada 2024 mendatang.
Kedua akses jalan itu adalah Jalan Cipeundeuy-Serangpanjang dan Jalan Cilamaya menuju Patimban. Dua akses jalan ini masuk dalam proyek strategis pemerintah pusat yang dituangkan dalam Perpres No. 87 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan. Untuk dua akses jalan tersebut, Pemerintah pusat menyiapkan Rp. 2, 4 Triliun.
Kedua jalan tersebut merupakan akses penghubung menuju Pelabuhan Patimban dan Kawasan Industri Rebana Smartpolitan.
"Kami sedang eksis menyiapkan untuk hari esok Subang, terkait adanya Pelabuhan Patimban, Rebana Smartpolitan. Efek domino dari itu akan menghadirkan banyak perusahaan, penambahan penduduk," kata Bupati Subang, Ruhimat. Kamis (13/01/2022).
Pembangunan Jalan Cipeundeuy - Serangpanjang sepanjang 28 kilometer. Sementara akses Jalan Cilamaya menuju Patimban sepanjang 43 Kilometer. Kedua lahan itu merupakan lahan negara, seperti Perhutani dan PTPN.
Dengan dibukanya akses jalan baru itu, diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Dengan memanfaatkan lintasan kendaraan di jalan tersebut, akan menjadi peluang usaha baru masyarakat.
"Pada 2022 ini, pembangunan jalan baru itu akan dimulai. Dan diharapkan, pada 2024 mendatang pembangunan sudah tuntas dan bisa dimanfaatkan. Kita siapkan lahannya, pusat siapkan uangnya. Kalau tidak kita siapkan dulu lahannya, mana mungkin pusat akan membantu,' tambah Ruhimat.
Selain dua akses jalan itu, pada 2021 lalu, Pemerintah Kabupaten Subang akan banyak membuka akses jalan lainnya sebagai pintu masuk ekonomi masyarakat. Beberapa diantaranya adalah Jalan lingkar Kota Subang, Lingkar Jalancagak, dan jalan penghubung ke daerah Bandung.
"Misi panjangnya adalah, agar generasi yang akan datang dapat menikmati infrastruktur yang telah disiapkan dari saat ini," tutup Ruhimat.
Editor: Redaktur TVRINews
