
Toko baju di Pasar Mayestik (TVRINews/Krisafika Taraisya)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana penjualan baju Lebaran di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, tidak seramai yang diharapkan para pedagang.
Sejumlah penjual mengaku jumlah pembeli tahun ini cenderung biasa saja, bahkan cenderung sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu penjual baju Lebaran di Pasar Mayestik, Rini, mengatakan aktivitas jual beli di tokonya tidak menunjukkan peningkatan signifikan meskipun Lebaran semakin dekat.

(Toko baju di Pasar Mayestik (TVRINews/Krisafika Taraisya))
"Biasa saja. Kadang ramai, kadang sepi," kata Rini kepada tvrinews.com saat ditemui di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Rini, dirinya tidak mengetahui secara pasti peningkatan keuntungan selama musim Lebaran karena ia hanya bekerja sebagai karyawan, bukan pemilik toko.
"Kalau soal keuntungan saya enggak tahu ya, saya kan kerja, bukan yang punya. Bos yang lebih paham," ujarnya.
Kemudian, Rini juga menilai jumlah pengunjung Pasar Mayestik saat ini tidak sebanyak dulu. Hal tersebut membuat penjualan baju Lebaran di kawasan tersebut tidak mengalami lonjakan pembeli.
"Kalau di sini mah kurang, enggak kayak yang lain. Pengunjung sudah berkurang banget," ungkapnya.
Ia menduga berkurangnya pembeli juga dipengaruhi oleh semakin banyaknya toko yang kini berjualan di luar pasar, sehingga persaingan semakin ketat.
"Sekarang kan banyak yang buka di luar. Jadi sekarang biasa saja, gini-gini saja, sepi," tuturnya.
Meski demikian, para pedagang tetap berharap jumlah pembeli akan meningkat mendekati hari Lebaran.
Editor: Redaksi TVRINews
