TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka lingkungan Balai Kota Jakarta bagi masyarakat melalui program Namu Balai Kota. Program tersebut dihadirkan sebagai ruang edukasi, rekreasi, sekaligus pelayanan publik bagi warga.
Uji coba Namu Balai Kota digelar pada Sabtu, 3 Oktober 2026 dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sekitar 300 warga hadir dalam pelaksanaan perdana tersebut.
Pramono mengapresiasi tingginya minat masyarakat dalam uji coba Namu Balai Kota. Bahkan, tingginya jumlah pengunjung membuat panitia harus melakukan penyesuaian sistem kunjungan di lapangan.
"Alhamdulillah antusiasmenya tinggi sekali. Kan kita sampai ganti shift-shift sebenarnya. Tetapi karena antusiasmenya yang di luar dugaan sehingga kemudian antreannya menjadi panjang. Tetapi prinsipnya adalah karena ini baru hari pertama pasti itu biasa terjadi," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Pramono, Namu Balai Kota akan dibuka secara rutin agar masyarakat Jakarta memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan Balai Kota beserta aktivitas pemerintahan di dalamnya.
"Kami akan secara rutin membuka itu supaya warga Jakarta yang ingin tahu tentang Balai Kota dan seluruh isinya kami persilakan," katanya.
Namu Balai Kota dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, dalam mengenal cara kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Program tersebut menghadirkan sejumlah kegiatan, antara lain Paket Tur Balai Kota yang dipandu Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta, Jakarta Cinema Experience atau Nonton Pilem, serta edukasi jurnalistik anak melalui Kids on Air atau Reporter Cilik.
Selain itu, masyarakat dapat mengakses Mini Mall Pelayanan Publik, mengikuti kegiatan komunitas di Community Playground, serta menikmati pertunjukan musik dan bazar kuliner.
Saat program berjalan penuh, Namu Balai Kota ditargetkan dapat menerima sekitar 400 pengunjung dalam setiap pelaksanaan. Kegiatan akan dibuka rutin setiap dua minggu sekali pada Sabtu, pukul 08.00-17.30 WIB.
Masyarakat dapat mengikuti sejumlah kegiatan utama secara gratis dengan melakukan pendaftaran melalui laman Smart City Jakarta atau aplikasi JAKI. Reservasi menjadi akses utama untuk mengikuti Paket Tur Balai Kota, Nonton Pilem, dan Reporter Cilik.
Sementara itu, warga yang datang tanpa melakukan pendaftaran tetap dapat menikmati sejumlah kegiatan, seperti layanan Mini Mall Pelayanan Publik, aktivitas komunitas, pertunjukan musik, dan bazar kuliner.
Melalui Namu Balai Kota, Pramono ingin menghadirkan Balai Kota sebagai ruang yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat. Warga tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi juga dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk belajar, berkegiatan, dan berinteraksi.










